BI: Obligasi Hijau Catatkan Penerbitan Tertinggi pada 2021

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo.
Sumber :
  • Youtube Bank Indonesia

VIVA – Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo mengatakan, dimasukkannya aspek-aspek Environmental Social Governance (ESG) ke dalam area pembiayaan, telah memicu transformasi monumental di dunia keuangan selama beberapa tahun terakhir. 

img_title Jabar Masih Cetak Realisasi Investasi Tertinggi Nasional, Tembus Rp91 Triliun di Triwulan III 2026

Sebab, menurutnya masalah krisis iklim juga telah berkontribusi besar pada upaya-upaya percepatan pembangunan keuangan hijau dan berkelanjutan tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sejak penerbitan obligasi hijau pertama pada 2007, dunia telah melihat peningkatan signifikan dalam penerbitan obligasi keuangan berkelanjutan," kata Perry dalam telekonferensi 'Scalling Up The Utilization of Sustainable Financial Instruments', Jumat 18 Februari 2022.

img_title Investasi Teknologi Bukan Sekadar Ikut Tren, Ini Cara Menyesuaikannya

Baca juga: BI: Neraca Pembayaran Indonesia Kuartal IV 2021 Defisit US$844 juta

Data menunjukkan bahwa penerbitan global telah mencapai US$859 miliar pada 2021 atau tertinggi dari yang pernah ada. "Obligasi hijau mencatatkan penerbitan tertinggi sebesar US$482 miliar, diikuti oleh obligasi sosial dan obligasi berkelanjutan," ujarnya.

img_title Danantara Siap Umumkan Investasi AI dan Pusat Data di New Asia Forum 2026

Perry menambahkan, ketersediaan standar, prinsip, regulasi, dan taksonomi hijau yang dikembangkan di berbagai belahan dunia, juga telah ikut mendukung fenomena ini. 

Namun, pertumbuhan pembiayaan berkelanjutan yang menggembirakan menurutnya memang masih kecil, dibandingkan dengan total investasi yang dibutuhkan untuk mencapai target kolektif global dalam Paris Agreement dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo

Photo :
  • BI

Sementara, perkembangan Sustainable Finance Indonesia terkini dan arah kebijakan keuangan berkelanjutan Indonesia, juga terus berkembang. Hal itu misalnya ditandai dengan diluncurkannya Taksonomi Hijau Indonesia pada 20 Januari 2022, yang dikoordinasikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Perry menegaskan, hal ini juga telah sejalan dengan prioritas yang sudah ditetapkan dalam Roadmap Keuangan Berkelanjutan Indonesia Tahap II.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Secara paralel, Bank Indonesia melalui Cetak Biru Pengembangan Pasar Uang 2025, akan berkontribusi terhadap keuangan berkelanjutan Indonesia, melalui pengembangan instrumen keuangan berkelanjutan dari pasar keuangan dan mendukung upaya peningkatan kapasitas nasional melalui koordinasi dengan otoritas lain," ujarnya.

Danantara Technology Innovation & Investment Forum (DTIIF) 2026

Pemerintah Pacu Hilirisasi Berbasis Teknologi Demi Perluas Peluang Investasi

Danantara Indonesia menggelar 'Danantara Technology Innovation & Investment Forum (DTIIF) 2026' guna menjejaki peluang investasi dan kemitraan berbasis teknologi

img_title
VIVA.co.id
28 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut