NIK Akan Jadi NPWP, Ini Dampaknya Bagi Dunia Usaha

Kartu NPWP nantinya bisa digunakan untuk aktivitas belanja.
Sumber :
  • VivaNews/ Amatul Rayyani

VIVA – Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil telah menandatangani perjanjian terkait pemanfaatan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang akan digunakan jadi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

img_title Usai Dilantik jadi Menkeu, Begini Respons Suahasil soal Perombakan Ditjen Pajak dan Bea Cukai

Melalui perjanjian itu, penerapan NIK menjadi NPWP akan berjalan pada 2023. Dengan itu maka manfaat utama NIK tersebut adalah untuk penyederhanaan dan integrasi data.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Eko Listiyanto mengatakan selain untuk penyederhanaan, pemanfaatan itu juga akan menjadi pengenalan potensial berbasis pajak, khususnya bagi remaja usia 17 tahun yang pada saatnya bekerja dan membayar pajak.

img_title Tumbuh 23,7 Persen, Purbaya Laporkan Penerimaan Pajak Capai Rp 1.224,3 Triliun di Juli 2026

Baca juga: Perumnas Tawarkan Hunian Rp168 Juta Cicilan Sejuta, Ini Lokasinya

Kemudian, lanjut Eko dengan pemanfaatan NIK sebagai NPWP yang akan diterapkan tahun depan, tidak akan berdampak terhadap dunia usaha.

img_title Purbaya Tegaskan Pemangkasan PPN Bisa Berdampak ke Hilangnya Subsidi Buat Masyarakat

“Bagi dunia usaha sepertinya tidak akan berdampak langsung. Ini lebih berdampak pada memudahkan pemerintah untuk memetakan potensial basis pajak penghasilan ke depan,” jelas Eko saat dihubungi, Senin 23 Mei 2022.

Eko melanjutkan, dengan penerapan NIK itu maka potensi dari penerimaan pajak tergantung dari seberapa besar pemerintah mampu menciptakan lapangan pekerjaaan dan dari upaya menumbuhkan perekonomian.

Kartu NPWP

Photo :
  • Rochimawati / VIVA.co.id

“Kalau semakin banyak lapangan kerja tercipta, maka semakin banyak yang membayar PPh. Karena sistem semakin terintegrasi dengan NIK sudah jadi NPWP,” terangnya.

Sementara itu, dengan pemanfaatan itu juga tak lantas membuat masyarakat wajib pajak akan taat untuk membayar pajak. Untuk membuat lebih banyak wajib pajak menjalankan kewajibannya, menurutnya juga harus diperbanyak dengan sosialisasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Agar masyarakat tidak khawatir dan memahami bahwa kebijakan ini tidak otomatis berkewajiban bayar pajak. Lebih dari itu, manfaat pajak bagi masyarakat juga perlu lebih disosialisasikan agar ketaatan dan kesadaran membayar pajak ini sejalan dengan otomatisasi NIK menjadi NPWP ini,” jelasnya.

Uang dolar AS dan rupiah.

Rupiah Menguat ke Rp 17.661 di Tengah Isu Pergantian Menkeu Purbaya ke Suahasil

Hingga pukul 09.00 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 17.661 per dolar AS. Posisi itu menguat 8 poin atau 0,05 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 17.669 per dolar AS.

img_title
VIVA.co.id
15 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut