Kurangi Emisi Karbon, Dirjen Migas: Peran Gas Bumi Perlu Ditingkatkan

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Tutuka Ariadji.
Sumber :
  • Antara/HO-Kementerian ESDM

VIVA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan permintaan energi primer global akan terus tumbuh hingga tahun 2050, seiring peningkatan jumlah penduduk dan pertumbuhan ekonomi.

img_title SKK Mingas Beberkan Alasan Indonesia Mulai Kurangi Ekspor Gas ke Singapura

Di sisi lain, seluruh anggota G20 dan negara-negara lainnya telah menetapkan target pencapaian Net Zero Emission (NZE) agar tetap sejalan dengan tujuan Perjanjian Paris.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Untuk mencapai keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan energi yang terus meningkat dan pencapaian target pengurangan emisi karbon, peran gas dalam transisi energi bersih perlu ditingkatkan.

img_title Proyek Gas Jangkrik dan Maha Diresmikan, Ini Target Jumbo Bahlil untuk Tambah Pasokan Produksi Gas Nasional

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Tutuka Ariadji mengungkapkan investasi proyek gas perlu ditingkatkan untuk mendorong penggunaan gas yang lebih besar.

“Investasi dalam proyek gas alam perlu ditingkatkan secara global untuk mendorong penggunaan gas alam yang lebih besar. Penting juga untuk mendorong integrasi pasar gas di antara tiga wilayah terbesar gas alam yaitu Asia, Amerika Utara dan Eropa,” ujar Tutuka dikutip dalam keterangan tertulis Rabu, 25 Mei 2022.

img_title Bahlil Pertimbangkan Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga, WKU Kadin: Langkah yang Sangat Tepat!

Ilustrasi gas bumi

Photo :
  • VIVA.co.id/Muhamad Solihin

Dirjen Migas meyakini bahwa kerja sama internasional termasuk melalui G20, akan berkontribusi lebih dalam meningkatkan peran gas untuk mendukung netralitas karbon.

Menurut Tutuka, untuk mencapai NZE, setiap negara memiliki pendekatannya sendiri untuk mempromosikan transisi energi bersih.

Transisi Energi Bersih

Transisi energi bersih harus dilakukan secara komprehensif dalam berbagai tahapan dengan mempertimbangkan daya saing, biaya, ketersediaan dan keberlanjutan untuk memastikan transisi berjalan lancar dan ketahanan energi tidak terganggu.

Untuk Indonesia sendiri, sejak pertama kali diproduksi pada tahun 1965, gas bumi untuk keperluan rumah tangga di Indonesia terus meningkat. Sebelumnya, gas lebih banyak digunakan untuk tujuan ekspor. 

Saat ini, lebih dari 60 persen produksi gas Indonesia digunakan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), porsi gas bumi ditargetkan mencapai 24 persen dalam bauran energi nasional 2050. Cadangan Gas Indonesia antara lain menjadi salah satu faktor penentu target tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Total cadangan gas sebesar 62,39 TSCF tersebar di seluruh wilayah di Indonesia. Pemerintah Indonesia mengundang semua calon investor untuk berkontribusi dalam mengembangkan cadangan. 

“Pemerintah menawarkan kemudahan berusaha dan fasilitas pendukung bagi investor, mulai dari regulasi, perizinan, hingga insentif fiskal dan nonfiskal,” paparnya.  

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut