Percepat Transisi Energi, PGE Inisiasi Teknologi Binary di G20

Dirut Pertamina Nicke Widyawati di G20 Bali.
Sumber :
  • Dok. Pertamina

VIVA Bisnis – PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) sebagai bagian dari Subholding Pertamina Power & New Renewable Energy (PNRE) mendukung percepatan transisi energi berkelanjutan sebagai salah satu isu prioritas Presidensi G20 Indonesia.  

img_title Strategi Elnusa Petrofin Perkuat Ketahanan BBM Jelang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

Dalam mendukung hal tersebut PGE menginisiasi proyek percontohan peningkatan kapasitas terpasang panas bumi, melalui penerapan teknologi Binary dengan membangun Binary Unit di Lahendong, Kota Tomohon, Sulawesi Utara untuk menghasilkan potensi tambahan kapasitas listrik hingga 25 MW.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), Ahmad Yuniarto, mengatakan PGE memiliki peta jalan pengembangan kapasitas terpasang di wilayah kerja panas bumi PGE hingga lima tahun kedepan. Hal ini untuk mempersiapkan panas bumi sebagai base load energi baru terbarukan di Indonesia. 

img_title Strategi Pertamina Prioritaskan Aspek Keselamatan dan Kesejahteraan Crew Lapangan

Baca juga: Jokowi Disebut Pilih Kasih Oleh Chico, Istana Buka Suara

”PGE mengundang negara anggota G20 untuk bekerja sama dalam pengembangan energi panas bumi di Indonesia sebagai salah satu solusi dalam menghadapi isu-isu besar seperti pemanasan global dan dekarbonisasi menuju net zero emission 2060,” kata Ahmad dalam keterangan tertulisnya, dikutip Senin 18 Juli 2022. 

img_title Pertamina Sebut Harga BBM dan Avtur di RI Lebih Mudah Dibanding Negara ASEAN Lainnya

Ahmad menyebutkan, ada tiga area di mana kemitraan bisa dilakukan, yakni Co-generation, Co-production, dan Co-development. Pembangkitan bersama bisa dilakukan melalui optimalisasi uap air panas (Steam n Brines to green power) untuk melahirkan listrik ramah lingkungan (green electricity).

Selain itu, ada empat bidang yang bisa dikerjakan bersama-sama (Co-production), yaitu pemanfaatan CO2 untuk bahan bakar alternatif; ekstraksi nano material yaitu dengan pemanfaatan kandungan berharga di fluida panas bumi (rare earth element); green hidrogen sebagai bahan bakar masa depan yang ramah lingkungan; dan green Metanol. 

Pengembangan bersama( co-development) bisa dilakukan untuk membangun Geo-eco tourism, dan Geo-agro industry. “Pada prinsipnya, operasi PGE harus efisien, termasuk dalam memanfaatkan waste,” ujar Ahmad.

Indonesia harus memanfaatkan secara optimal karunia Tuhan kepada negeri ini dalam bentuk cadangan panas bumi yang besar. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat saat ini Indonesia memiliki cadangan panas bumi sebesar 23,7 Gigawatt.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

PLN-Pertamina kerja sama kembangkan energi panas bumi.

Photo :
  • PLN

Ahmad menjelaskan, dalam menjalankan bisnis, PGE berkomitmen untuk pengembangan panas bumi dan memastikan implementasi Environment, Social, and Governance (ESG) menjadi bagian terintegrasi dari bisnis panas bumi PGE. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut