4 Subholding Terbentuk, Dirut PLN Pede Perusahaan Makin Lincah

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo.
Sumber :
  • Dok. PLN

VIVA Bisnis – Pemerintah lewat Kementerian BUMN telah meresmikan pembentukan Holding-Subholding PT PLN (Persero). Hal ini bertujuan menjadikan PLN sebagai perusahaan energi yang berbasis teknologi, inovasi dan berorientasi pada masa depan.

img_title Prabowo Bakal Bangun PLTS 100 GWp, PLN Perkuat Sistem Pembangkit EBT Nasional

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menjelaskan, dengan pembentukan Holding Subholding ini, PLN mempunyai empat Subholding yang akan membawa perusahaan menjadi semakin lincah, cekatan, kokoh, dan kuat dalam pengembangan usaha.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"PLN terus melakukan transformasi untuk mengoptimalisasi fungsi PLN sebagai jantungnya Indonesia, dan mengelola usaha ketenagalistrikan dengan mengubah proses bisnis menjadi lebih lincah, cepat, dan trengginas," kata Darmawan di Jakarta, Kamis 22 September 2022.

img_title Prabowo Mau Tutup 700 BUMN, Perusahaan yang Bikin Laporan Keuangan Palsu Ikut Disikat

Gedung PLN Pusat.

Photo :
  • VIVA/Andry Daud

Dengan adanya Holding Subholding, aset-aset pembangkitan PLN yang tadinya tersebar kini akan dikonsolidasikan. Proses bisnis pengelolaan pembangkitan disederhanakan, serta utilisasi aset yang tadinya belum maksimal akan semakin dioptimalkan.

img_title Kemandirian Energi Nasional Dinilai Semakin Kuat dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Darmawan menjelaskan, konsolidasi aset pembangkitan ini membentuk dua Subholding GenCo, yang akan menjadi Generation Company terbesar se-Asia Tenggara yaitu PLN Indonesia Power dan PLN Nusantara Power.

"Kami juga membentuk dua entitas bisnis baru, yakni renewable energy dan Geothermal, sebagai komitmen PLN mengakselerasi transisi energi menuju energi bersih masa depan," ujarnya.

Begitu pula dengan pengelolaan energi primer, Darmawan memastikan bahwa hal itu akan dikonsolidasikan dalam Subholding PLN Energi Primer Indonesia. Kemudian, pengadaan batu bara yang tadinya tersebar di lima titik, nantinya akan dikonsolidasikan di satu titik sehingga lebih efektif dan efisien. 

"Untuk mendukung transisi energi, kami bangun core kompetensi baru yakni pada energi berbasis biomassa. Dengan struktur baru ini, pengadaan energi primer tidak hanya meningkatkan keandalan, tetapi juga sekaligus membangun value creation yang besar bagi PLN," kata Darmawan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terakhir, PLN akan membangun lini bisnis baru di luar kelistrikan atau Beyond kWh, yang akan konsolidasikan di dalam subholding PLN ICON Plus. Nantinya, aset-aset kelistrikan yang tadinya digunakan hanya akan dimanfaatkan untuk layanan kelistrikan.

"Kami kembangkan untuk layanan beyond Kwh. Ada layanan internet, ada PLN market Place, ada EV Charging, baterai swap, sistem Charge-in, rooftop, ListriQu, dan lainnya. Super App kami yakni New PLN Mobile, akan menjadi ujung tombaknya," ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut