Dirut VKTR: Retrofit Sepeda Motor Konvensional ke Listrik Adalah Solusi

Dirut PT VKTR Gilarsi W Setijono bersama pihak PENS memamerkan sepeda motor yang diretrofit menjadi motor listrik.
Sumber :
  • VIVA/Nur Faishal (Surabaya)

VIVA Bisnis – Direktur Utama VKTR Gilarsi W Setijono menyampaikan bahwa meretrofit sepeda motor konvensional ke motor listrik adalah solusi baik bagi pemerintah maupun masyarakat. Setidaknya tiga keuntungan bisa didapatkan dengan pilihan itu, yakni mengurangi polusi terutama di perkotaan, memanfaatkan teknologi tepat guna, dan hemat biaya.

img_title Pendapatan VKTR Tumbuh 49 Persen pada 9M26, Kontribusi Kendaraan Listrik Terus Meningkat

Hal itu disampaikan Gilarsi dalam FGD bertajuk ‘Pemetaan Potensi Membangun Industri Elektrifikasi Transportasi Indonesia’ di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) pada Selasa, 29 November 2022. “Teknologi retrofit ini bukan sebuah rocket science dan relatif mudah diaplikasikan,” katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Karenanya kami optimis bahwa metode yang kami tawarkan ini dapat cepat diterima oleh masyarakat secara luas dan tentunya mendapat dukungan penuh dari pihak pemerintah dan dunia usaha khususnya,” imbuh Gilarsi.

img_title Motor Bensin Masih Jadi Andalan, Motor Listrik Punya Banyak PR

Motor lawas yang berhasil di konversi menjadi listrik

Photo :
  • VIVA Otomotif/Muhammad Thoifur

Indonesia Jadi Negara Ketiga Pengguna Sepeda Motor Terbanyak Dunia

img_title Penjualan Motor Tembus 5 Juta Unit, Akankah 2026 Jadi Tahun Kebangkitan Pasar Roda Dua?

Gilarsi lantas menjelaskan fakta bahwa Indonesia saat ini merupakan negara ketiga dengan pengguna sepeda motor terbanyak di dunia. Sekitar 85 persen rumah tangga di Indonesia setidaknya memiliki satu unit sepeda motor dan menjadikannya sebagai alat transportasi utama.

Menurut survei yang pernah dilakukan oleh Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), kata Gilarsi, jumlah sepeda motor di Indonesia saat ini mencapai lebih dari 80 juta, dengan 15 juta di antaranya digunakan untuk melewati kota Jakarta setiap harinya.

Itu adalah peluang sekaligus tantangan. Untuk mewujudkan agar industri kendaraan listrik ini terwujud, maka diperlukan sinergi dan kolaborasi antarpihak. “Industri ini bagaimana berdoyong-doyong melakukan bagaimana caranya kita berkolaborasi sehingga ekosistem EV ini segera terbangun. Kalau ini terus ini dilakukan akan membawa ekosistem industri yang sangat baik,” ucap Gilarsi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Gilarsi, tantangan yang saat ini dihadapi pelaku industri elektrifikasi transportasi di Tanah Air, di antaranya, teknologi yang masih dini dan minimnya pilihan kendaraan listrik di pasaran. Di samping itu, infrastruktur pendukung seperti SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) juga belum disiapkan.

“Bagaimanapun juga, industrialisasi kendaraan listrik ini harus dibangun dan dikembangkan di Indonesia. Saat ini di seluruh dunia, elektrifikasi memang menjadi salah satu yang diandalkan menjadi industri inti masa depan,” kata Gilarsi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut