Zoom hingga Moladin Lakukan PHK, Ekonom Bongkar Penyebabnya

Ilustrasi PHK.
Sumber :
  • VIVA.

VIVA Bisnis – Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) masih terus berlanjut. Baru-baru ini PHK melanda para pekerja di sejumlah perusahaan teknologi seperti Zoom hingga marketplace jual-beli mobil bekas, Moladin.

img_title BMW PHK 1.800 Karyawan, Penjualannya Sedang Tidak Baik-Baik Saja

Menurut Ekonom Senior dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Didik J. Rachbini, fenomena tren PHK di startup teknologi itu sebenarnya merupakan gejala normal dalam dunia bisnis.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Anak-anak muda yang mempelopori e-commerce kemudian platform aplikasi itu, sebenarnya mereka itu kan tidak memiliki pengalaman dalam bisnis. Jadi ketika ada boom di sebuah sektor, mereka langsung berlarian masuk ke situ dengan investasi yang berlebihan karena tidak dikalkulasi," kata Rektor Universitas Paramadina itu saat dihubungi VIVA Bisnis, Kamis, 9 Februari 2023.

img_title Permintaan Pasar Anjlok, Pabrik Sepatu Tutup dan PHK 1.600 Pekerja

Salah Prediksi

Aplikasi Zoom.

Photo :
  • ITnews

img_title Raksasa Hiburan Disney Bersiap PHK Massal, Perusahaan Kejar Penghematan Besar-besaran

Masalah yang biasanya merundung para pelaku usaha khususnya di segmen startup teknologi itu, lanjut dia, terjadi karena adanya salah prediksi mengenai tren dan dinamika bisnis. Sebagaimana perusahaan-perusahaan pada umumnya, apabila mereka memprediksi bahwa pertumbuhan sales atau penjualan bisa 30 persen kemudian menggelontorkan investasi yang besar bahkan hingga berutang banyak.

Dengan demikian, maka mereka akan merasakan dampaknya jika ternyata pertumbuhan bisnisnya hanya sekitar 5 persen.

"Tentunya dia akan menanggung bunga utang, sehingga amblas lah keuntungannya untuk membayar bunga utang tersebut," ujarnya.

Hanya saja, lanjut Didik, skala dari segmen e-commerce dan platform ini memang lebih besar atau lebih deras, sehingga tabrakan atau gejolak yang ditimbulkan di internal perusahaan tentunya juga sangat besar.

"Jadi gejalanya, karena sifat dari bisnis itu berjalan cepat. Maka di tempat-tempat yang punya kerumunan dan kendaraan (model bisnisnya) berjalan cepat-cepat, maka tabrakan itu akan sering terjadi," kata Didik.

Kurang Membaca Tren dan Strategi Bisnis

Didik Rachbini (foto/Nur Terbit/Univ Paramadina)

Photo :
  • vstory

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Karenanya, Didik beranggapan para pengusaha muda yang akhirnya banyak melakukan PHK kepada para karyawannya adalah karena mereka yang kurang membaca tren atau strategi bisnis. Apakah suatu tren bisnis akan berkepanjangan atau hanya sesaat saja.

Dia mencontohkan, sebagaimana yang terjadi dengan platform seperti Gotoko atau Ruangguru, dan sejumlah platform atau startup e-commerce teknologi lain yang juga melakukan PHK. Hal itu setidaknya bisa menjadi pembelajaran bagi mereka bahwa proses bisnis itu tidak bisa instan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut