BRMS Catat Kenaikan Volume Pemrosesan Bijih Emas Hingga 1.000 Ton Per Hari

Dore bullion BRMS sebelum diproses menjadi emas murni.
Sumber :
  • Bumi Resources Minerals

VIVA Bisnis  – PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) melaporkan, pabrik emas kedua miliknya di Palu telah meningkatkan volume pemrosesan bijihnya menjadi sekitar 1.000 ton bijih per hari.

img_title Emas Antam Naik Rp5.000 Hari Ini, Segini Harga Terbaru Per 1 Gram

Direktur Utama BRMS, Agus Projosasmito mengatakan, pabrik emas kedua BRMS di Palu ini secara bertahap memang akan terus meningkatkan volume pemrosesan bijihnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sejak pertengahan Mei, pabrik tersebut telah beroperasi dengan rata-rata volume pemrosesan sebesar 1.000 ton bijih per hari," kata Agus dalam keterangannya, Senin, 29 Mei 2023.

img_title Harga Emas Terancam Terus Melemah? Kemendag Ungkap Biang Keroknya

Fasilitas tambang emas PT Bumi Resources Minerals Tbk di Poboya, Palu

Photo :
  • Bumi Resources Minerals

Agus menambahkan, rata-rata volume pemrosesan bijih dari pabrik kedua tersebut diharapkan akan meningkat ke 2.000 ton bijih per hari, pada bulan Juni 2023 mendatang.

img_title Harga Emas Antam Turun Rp13.000, Jumat 30 Oktober 2026, Cek Daftar Terbarunya

Dia berencana, pabrik tersebut nantinya juga akan dapat mencapai kapasitas penuh di level 4.000 ton bijih per hari, pada akhir Agustus tahun 2023 ini.

Selain itu, lanjut Agus, pabrik emas pertama BRMS juga akan tetap secara konsisten beroperasi, dengan rata-rata volume pemrosesan di sekitar 500 ton bijih per harinya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami berharap kenaikan produksi emas tersebut akan berdampak positif terhadap kinerja keuangan perusahaan di tahun 2023," ujarnya.

Ilustrasi harga emas dunia.

Harga Emas Bangkit Setelah Jatuh ke Level Terendah, Ini yang Menggerakkan Pasar

Harga emas dunia naik 0,9 persen setelah anjlok tajam. Investor mencermati penurunan minyak, sinyal suku bunga The Fed, dan pemilu AS. Baca di sini lengkapnya

img_title
VIVA.co.id
2 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut