Indef: Utang Negara-negara di Dunia Sangat Mengkhawatirkan

Ilustrasi utang.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Jakarta – Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Aviliani menilai 'global shock' atau kejutan global dari waktu ke waktu sepertinya memang bakal terjadi. Hal itu antara lain dapat dilihat dari utang terhadap produk domestik bruto (PDB) yang dimiliki oleh berbagai negara, sudah dapat dikatakan sangat mengkhawatirkan.

img_title Aturan Baru! Bayar Utang Pajak Kini Dahulukan Pokok Sebelum Denda

"Karena rata-rata (utang terhadap PDB) di atas 60 persen, padahal batas atas itu adalah justru di 60 persen itu," kata Aviliani dalam telekonferensi di acara 'Diskusi Publik Agustusan Ekonom Perempuan', Senin, 21 Agustus 2023.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pengamat Ekonomi Aviliani.

Photo :
  • VIVA.co.id/KBRI Yangon

img_title Round Up APBN September 2026: Defisit Rp319 Triliun, Utang Tembus Rp494 Triliun

Dia menegaskan, apabila kondisi hutang terhadap PDB itu berada di atas 60 persen, maka kondisi ekonomi suatu negara itu sangat dipertanyakan.

"Terutama perihal bagaimana tingkat pengembaliannya, dan dalam kondisi beban utangnya yang sudah sangat besar," ujarnya.

img_title Utang Baru Pemerintah Tembus Rp494,3 Triliun hingga September 2026, Suahasil Hati-hati Terbitkan SBN

Karenanya, Aviliani mengatakan bahwa salah satu hal yang perlu disadari adalah bahwa kepastian di tataran global itu adalah ketidakpastian itu sendiri. "Artinya adalah bahwa global shock dari waktu ke waktu memang akan terjadi," ujarnya.

Lalu, bagaimana dengan Indonesia sendiri?

Aviliani menjelaskan bahwa meskipun di tahun 2024 defisit Indonesia hanya sekitar 2,29 persen, namun jumlah rupiahnya juga hanya sekitar Rp 522 triliun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jadi ini (utang Indonesia) juga cukup besar. Namun kalau dibandingkan dengan PDB kita, memang masih relatif jauh di bawah 60 persen, yakni sekitar 37 persen," ujarnya.

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo (tengah)

Terungkap! Bupati Klaten Diduga Terima Fee Rp2 Miliar Lebih, Uangnya untuk Bayar Utang Pilkada

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menggunakan uang hasil dugaan korupsi untuk membayar utang Pilkada 2024.

img_title
VIVA.co.id
17 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut