Kemenparekraf Kecewa dengan ITDC, Ini Sebabnya

Seorang wisatawan swafoto berlatar nama Sirkuit Mandalika
Sumber :
  • VIVA/Satria Zulfikar

Lombok – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) menggelar menggelar Dialog Lanskap Sport Tourism Mandalika menjelang pelaksanaan event MotoGP Mandalika 2023, Rabu 27 September 2023.

img_title ITDC Optimis MotoGP Mandalika 2026 Dongkrak Kunjungan Wisatawan dan Gerakkan Ekonomi Nasional

Alih-alih berjalan lancar, dialog tersebut justru dinilai sangat mengecewakan oleh Anggota Tim Monitoring dan Evaluasi KEK Pariwisata Kemenparekraf, Taufan Rahmadi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Acara yang menghadirkan pejabat lintas sektoral seperti Pj Gubernur NTB, Bupati Lombok Tengah, kepolisian hingga Dirut ITDC sendiri justru dinilai sangat mengecewakan oleh Taufan. Hingga akhir sesi dialog, pihak Kemenparekraf sama sekali tidak dikasih kesempatan berbicara memberikan masukan.

img_title BTN Kirim Bantuan ke Warga Terdampak Kebakaran Desa Adat Sade

“Kami tidak diberikan kesempatan untuk berbicara usai narasumber berbicara. Tidak ada tanya jawab, padahal dialog penting ketika ada yang memberikan masukan,” katanya saat dihubungi.

ITDC.

Photo :
  • Dokumentasi ITDC.

img_title Sade Lombok Terbakar, Pemprov NTB Siapkan Konsep Wisata ‘Before-After’ untuk Pulihkan Ekonomi Warga

Taufan mengatakan ,dia mengajukan masukan kepada pembawa acara (MC), namun sama sekali tidak digubris. Kemudian dia minta izin Dirut ITDC untuk memberi masukan, namun juga tidak digubris.

“Dirut ITDC juga tidak gubris. Saya datangi MC langsung. Alasannya karena tidak ada sesi tanya jawab dan waktu habis. Dialog macam apa itu. Itu sangat mengecewakan,” ujar Taufan.

Dia meminta pihak ITDC tidak paranoid untuk meminta setiap masukan. Karena masukan dari para pihak sebagai bentuk dukungan untuk kelancaran dan kesuksesan setiap event yang digelar di Mandalika.

“ITDC jangan terlalu paranoid ketika ada orang mau bicara memberi masukan, seperti sangat ditutup, padahal ini zaman keterbukaan. Kita bukan mau jelekin, kita mau berkolaborasi,” kata dia.

Dia menegaskan, KEK Mandalika bukan hanya milik ITDC semata, tetapi milik banyak pihak mulai dari kabupaten, provinsi hingga negara.

Tribun masih sepi penonton saat sesi latihan bebas pertama WSBK Mandalika

Photo :
  • ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/aww

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“KEK Mandalika bukan hanya milik ITDC tetapi juga milik kita semua, ada pemerintah kabupaten, provinsi, pusat, ada masyarakat lingkar KEK Mandalika, ini penting disampaikan. Hal yang tujuannya bicara kebersamaan KEK Mandalika,” ujar dia.

Taufan mengaku sangat kecewa dengan sikap ITDC yang membatasi dirinya untuk memberi pertanyaan sekaligus masukan, padahal dia turut diundang dalam dialog tersebut.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut