Resika Caesaria si Cantik Ratu Cimol dari Banyumas

Resika Caesaria si Cantik Ratu Cimol dari Banyumas
Sumber :
  • Instagram @resicacaesaria

BanyumasCimol, makanan khas Sunda yang terbuat dari tepung kanji berbentuk bulat ini begitu populer di kalangan masyarakat Indonesia. Teksturnya yang gurih membuat banyak orang sangat menikmati jajanan tersebut.

img_title Gunung Ile Lewotolok Erupsi 2 Kali Pagi Ini, Masyarakat Diminta Waspada Adanya Longsoran Lava

Cimol memang memiliki harga yang terjangkau, namun di balik murahnya Cimol bisa mengantarkan seorang wanita cantik dari keluarga sederhana menjadi seorang miliarder.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dialah Resika Caesaria, wanita yang kini berusia 32 tahun itu kini menjadi seorang miliarder berkat berbisnis Cimol. Wanita asal Banyumas, Jawa Tengah itu mulai berbisnis Cimol sejak duduk di bangku SMA.

img_title Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Sampai Depok, Polisi Siagakan Layanan Kesehatan

Resika Caesaria si Cantik Ratu Cimol dari Banyumas

Photo :
  • Tangkapan layar media sosial Instagram @resicacaesaria

Saat Resika Caesaria masih duduk di bangku SMA, ayahnya yang bekerja sebagai sopir harus pensiun karena faktor usia. Caesaria harus bertahan hidup dengan berjualan. Dia mulanya berjualan Cilok hingga memiliki uang saku Rp20 ribu, jumlah yang besar bagi seusianya dulu.

img_title Prabowo: Pembangunan Tak Boleh Dinikmati Segelintir Orang, Harus Berdampak ke Masyarakat

Ide pun datang saat dia bertemu pedagang Cimol dan bertukar resep dengan resep Batagor yang telah dikuasai. Dia kemudian mulai belajar bagaimana membuat Cimol dengan cita rasa dan tekstur yang gurih.

Modalnya saat itu hanya Rp63 ribu. Dia memutar otak bagaimana dari uang dengan jumlah terbatas itu bisa melahirkan usaha yang terus tumbuh.

“Uang Rp63 ribu saat itu pas-pasan. Mau buat beli apa dulu, peralatan enggak cukup. Jadi saya gunakan beli bahan baku. Gimana caranya, berpikir meminimalisir kerugian. Dari bahan baku stok yang enggak mudah expired, misalnya tepung. Rp63 ribu bahan baku buat produk biar produk itu harus balik untung, enggak hanya balik modal dulu,” katanya.

Namun siapa sangka, dari modal terbatas itu jualannya laris manis dan terus untung. Dia kemudian menambah jumlah produksi sehingga keuntungan terus berlipat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia bahkan menjalin kemitraan dengan puluhan mitra dari kalangan ekonomi menengah. Itu membuat omzetnya naik mencapai Rp2 miliar per tahun.

“Untungnya saya balik ke modal, lama-lama berkembang. Di total usaha kita perputaran pusat Rp2 M dalam setahun dari Rp63 ribu selama 15 tahun,” ujar dia.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut