OJK: Sektor Jasa Keuangan Nasional Terjaga Baik

Ketua DK OJK, Mahendra Siregar.
Sumber :
  • Anisa Aulia/VIVA.

Jakarta – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar mengungkapkan, stabilitas sektor jasa keuangan nasional terjaga dengan baik. Hal ini disampaikannya usai melakukan rapat bersama Anggota Dewan Komisioner OJK.

img_title 15 Bank Ditutup OJK Sepanjang 2026, Ini Daftar Lengkap dan Lokasinya hingga Oktober

Mahendra mengatakan, terjaganya stabilitas sektor jasa keuangan didukung oleh permodalan yang kuat, likuiditas yang memadai, hingga profil risiko yang terjaga. Sehingga hal ini diharapkan mampu menghadapi potensi perlambatan ekonomi global.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Rapat yang dilakukan pada 3 Januari 2024 kemarin, berjudul 'Sektor Jasa Keuangan Kokoh Hadapi Potensi Perlambatan Pertumbuhan Ekonomi Global' dinilai bahwa stabilitas sektor jasa keuangan nasional terjaga baik," ujar Mahendra dalam konferensi pers, Selasa, 9 Januari 2024.

img_title Isu Palestina Masuk Agenda Besar, Anak Muda Masjid Siapkan Acara Internasional Libatkan 38 Negara

Gedung Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Photo :
  • VIVA/Andry Daud

Mahendra membeberkan, indikator perekonomian global masih menunjukkan perlambatan pertumbuhan di beberapa negara, yakni di Uni Eropa dan Tiongkok.

img_title Ibas Dorong Generasi Muda Ponorogo Jadi Motor Penggerak Ekonomi Kreatif

"Perlambatan ekonomi itu mendorong inflasi turun mendekati target inflasi. Sehingga memberikan ruang bagi bank sentral untuk lebih akomodatif," jelasnya.

Di sisi lain, Mahendra menuturkan bahwa di Amerika Serikat (AS) the Fed mengisyaratkan bakal menurunkan suku bunga kebijakan sebesar 75 basis poin (bps) di 2024. Hal ini membuat pasar menilai ekonomi AS masih cukup resilien dan diprediksi tidak akan mengalami resesi.

Kendati demikian, pasar juga masih mencermati perkembangan geopolitik kedepan. Itu di antaranya eskalasi di Laut Merah, dampak konflik Palestina-Israel, hingga penyelenggaraan Pemilu di beberapa negara.

"Penyelenggaraan Pemilu yang mencakup 50 persen populasi dunia, termasuk di AS, Uni Eropa, India, selain tentu di Indonesia," terangnya.

Menurut Mahendra, secara umum sentimen di pasar keuangan pada Desember 2023 tercatat positif. Di mana itu didukung oleh ekspektasi terhadap penurunan suku bunga the Fed, dan narasi soft landing di AS.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sehingga mendorong kembalinya dana masuk ke emerging market, dan pemuatan pasar keuangan global termasuk pasar keuangan di Indonesia," terangnya.

Gedung Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

OJK Ungkap Pelanggaran Pasar Modal Sepanjang 2026, Denda Tembus Rp1,5 Triliun

OJK mengungkapkan bahwa mereka sudah melakukan penindakan pelanggaran pasar modal hingga 31 Oktober 2026, dengan sanksi berupa denda miliaran hingga Rp1,5 triliun.

img_title
VIVA.co.id
1 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut