5 Tips Kaya Raya di Usia Muda, Gaji UMR Bukan Halangan!
Jakarta – Mau kaya di usia mudah bisa kamu wujudkan meski berpenghasilan UMR. Financial freedom dapat tercapai bukan diukur dari gaji tetapi dari niat dan konsistensi.Â
Di samping untuk memenuhi kebutuhan hidup, tujuan seseorang bekerja adalah untuk mencapai kebebasan finansial. Mengutip laman Kementerian Keuangan RI, istilah financial freedom merupakan kemampuan untuk hidup sesuai dengan keinginan tanpa mengkhawatirkan tentang masalah keuangan yang berpotensi muncul.Â
Siapa yang tak mau bisa membeli atau melakukan sesuatu tinggal tunjuk. Tanpa berpikir dua hingga ribuan kali karena harus mempertimbangkan hal lainnya. Keadaan ini tentu menjadi idaman semua orang.Â
Masih banyak yang berpikir bahwa financial freedom hanya bisa dicapai oleh orang gajinya besar dan membutuhkan waktu lama. Faktanya pandangan tersebut salah besar.Â
Semua orang bisa mencapai kemerdekaan finansial dengan cara yang mudah. Hanya dibutuhkan niat yang kuat dan konsistensi tinggi. Mengutip investopedia, berikut tips kaya raya di usia muda yang bisa kamu implementasikan.
1. Mulailah Menabung Sejak Dini
Ilustrasi Menabung
Untuk menjadi kaya raya di usia muda, kamu perlu menabung sejak dini. Akumulasi tabungan selama bertahun-tahun menjadi pondasi yang kuat untuk mencapai financial freedom.Â
Menabungkan sejak kamu memperoleh penghasilan pertama. Pengetahuan ini memang sudah semua orang tahu tetapi tidak semua orang melakukannya.Â
Dikutip Investopedia nominal gaji yang perlu kamu sisihkan untuk menabung minimal 15 persen. Supaya nominal semakin membengkak kamu bisa investasikan dalam bentuk reksa atau deposito. Dengan asumsi pengembalian dana hingga 5 persen per tahun niscaya kamu bisa kaya meskipun gaji UMR.Â
2. Hindari Pengeluaran yang Tidak Perlu
Ilustrasi belanja online
- Pixabay/ Preis_King
Kamu juga perlu membatasi diri supaya tidak membeli barang yang tidak diperlukan. Fokus pada pemenuhan primer supaya gaji UMR kamu tidak sia-sia.Â
Jika kamu ingin membeli sesuatu tanya kepada diri kamu sendiri apakah itu benar-benar dibutuhkan? Apakah kamu sudah mempunyai barang serupa? Apa alasan kamu membeli, apakah sebatas keinginan atau kebutuhan? Apakah kamu belanja hanya untuk memberi makan ego dan hobi saja?