IHSG Diproyeksi Bergerak Sideways, Intip Saham-Saham Berpotensi Cuan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)
Sumber :
  • VIVA/M Ali Wafa

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperhitungkan terjadi sideways dengan kecenderungan gerakan melemah ke zona merah pada perdagangan Jumat (5/7/2024). IHSG menutup perdagangan Kamis sore dengan penguatan 0,34 persen ke level 7.220 disokong adanya volume pembelian dari investor.

img_title IHSG Ambruk ke 4.904, Level Terendah dalam Enam Tahun Terakhir

Analis PT MNC Sekuritas, T Herditya Wicaksana, secara spesifik mengungkapkan posisi IHSG berada di akhir wave [v] dari wave 1 dari wave (3). Artinya kenaikan IHSG relatif terbatas untuk menguji area 7.265-7.282.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Herditya meminta investor untuk tetap waspada adanya peluang pembalikan arah IHSG untuk membentuk wave 2 ke rentang level 7.059-7.144. Lebih lanjut, ia menuturkan area support IHSG pada perdagangan hari ini di level 7.099 dan 6.945. Sementara, titik resistance di nilai 7.282 dan 7.356.

img_title IHSG Menguat 0,24 Persen ke 5.108 Pagi Ini, Transaksi Tembus Rp609 Miliar

Berdasarkan hasil analisa, Herditya memberikan rekomendasi saham potensial cuan yang menarik untuk dicermati investor untuk mendulang income. 

Rekomendasi Saham Cuan

img_title Begini Nasib 81 Saham HSC yang Didepak dari Penghitungan IHSG, Masih Bisa Diperdagangkan?

Ilustrasi investasi/trading forex.

Photo :
  • Pixabay

PT Astra International Tbk (ASII)

Saham ASII melemah 0,44 persen menjadi 4.550 karena peningkatan aksi jual investor. Herditya mengatakan posisi saham ASII berada pada bagian dari wave (iii) dari wave [iii]. Artinya masih ada peluang melanjutkan penguatan.

Investor yang tertarik memasukkan saham ASII ke dalam portofolio disarankan melakukan buy on weakness pada rentang harga 4.460-4.520. Herditya menargetkan harga saham di level 4.660 dan 4.860. Sementara titik stop loss di bawah 4.360.

Ilustrasi trading saham

Photo :
  • vstory

PT Charoen Pokphand Tbk (CPIN)

Saham CPIN mencatat kenaikan 2,94 persen ke level 5.250 karena adanya daya beli investor. Menurut Herditya, selama saham CPIN mampu mempertahankan diri di atas titik stop loss maka posisinya diperkirakan sedang berada di awal wave (iii) dari wave [iii].

investor disarankan melakukan buy on weakness pada rentang 5.125-5.225. Di mana target harga saham CPIN di angka 5.375 dan 5.550. Dengan titik stop loss di bawah 5.025.

PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Herditya juga merekomendasikan saham HRTA yang berhasil menguat 2,26 persen menjadi 362. Pergerakan saham HRTA mampu melewati area MA20. Saat ini, posisi HRTA diperkirakan sedang berada pada bagian awal dari wave (iii) dari wave [i].

Investor yang tertarik memiliki saham HRTA sebagai diversifikasi investasi dapat melakukan buy on weakness pada level 350-360. Analis memberikan target nilai saham HRTA di kisaran 378 dan 392. Sedangkan titik stop loss berada di bawah 340.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut