Progres Aturan Baru Pinjol yang Tengah Digodok OJK

Ilustrasi pinjol.
Sumber :
  • Antara/HO-kapersky

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menyiapkan aturan baru financial technology peer to peer lending (fintech P2P) atau pinjaman online (pinjol). Aturan ini sedang dalam proses penyusunan termasuk menerima pandangan dan masukan dari pemangku kepentingan.

img_title OJK Kantongi Sertifikat ISO Internasional, Pengawasan Asuransi hingga Dana Pensiun Diperketat

Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi OJK, Aman Santosa mengatakan, aturan yang disusun itu yakni Rancangan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (RPOJK LPBBTI), 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saat ini sedang dalam proses penyusunan peraturan (rule making rule) termasuk menerima pandangan dan masukan dari pemangku kepentingan," kata Aman dalam keterangannya, dikutip Jumat, 19 Juli 2024.

img_title OJK Ungkap Nasib 122 Kasus Pelanggaran Pasar Modal, Sejauh Mana Proses Hukumnya?

Gedung Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Photo :
  • VIVA/Andry Daud

Aman menyampaikan, pihaknya pun mengapresiasi masukan dan pandangan yang disampaikan pemangku kepentingan tersebut dan saat ini sedang melakukan penyempurnaan terhadap pengaturan industri Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI) sebagai salah satu tindak lanjut OJK sesuai amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

img_title OJK Ungkap Alasan Pasar Modal RI Dinilai Tak Sepadan dengan Kategori 'Standalone'

Beberapa penyempurnaan terhadap ketentuan tersebut antara lain penguatan kelembagaan, manajemen risiko, tata kelola dan pelindungan konsumen, serta penguatan dukungan terhadap sektor produktif. 

Untuk semakin memperkuat dukungan terhadap sektor usaha produktif melalui LPBBTI, OJK berencana meningkatkan batas maksimum pendanaan produktif (bukan untuk pendanaan konsumtif) lebih tinggi dibanding batas maksimum sebelumnya sebesar Rp 2 miliar.

Dia menjelaskan, LPBBTI yang dapat menyalurkan batas maksimum pendanaan dimaksud harus memenuhi kriteria tertentu antara lain memiliki rasio tingkat wanprestasi (TWP90) maksimum sebesar 5 persen. TWP90 adalah ukuran tingkat wanprestasi atau kelalaian penyelesaian kewajiban yang tertera dalam perjanjian Pendanaan di atas 90 hari sejak tanggal jatuh tempo.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pendanaan terhadap sektor produktif tersebut sejalan dengan Roadmap Pengembangan dan Penguatan LPBBTI 2023-2028 yang bertujuan agar meningkatkan kontribusi positif terhadap UMKM dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Penggunaan paylater perlu disesuaikan dengan kemampuan finansial agar tagihan bulanan tetap terkendali.

Jangan Asal Checkout Biar Gak Nyesel! Pahami Aturan Main Pakai Paylater

Pahami terus terkait manfaat, risiko, bunga, tenor, dan cara menggunakan paylater secara bijak agar belanja online tetap aman dan keuangan terkontrol.

img_title
VIVA.co.id
30 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut