Pertamina Pendopo Field Raih Proper Emas Berkat Pinang Gemilang

Suhartini, Ketua Kelompok Wanita Tani Melati di Desa Sukarya, Musi Rawas
Sumber :
  • Dok Pertamina

"Saya ndak kuliah. Bikin KWT ini juga karena undangan nyasar," kenangnya. 
Sebuah undangan pelatihan ke Kabupaten Musi Rawas untuk para pegiat UMKM. Hanya karena nama Suhartini mirip dengan nama yang diundang, nyasarlah undangan tersebut ke tangan Suhartini. Ketika membaca undangan itu, Suhartini ingin sekali bisa berangkat. Akhirnya, keinginannya untuk belajar itu didukung oleh pemerintah desa yang memberangkatkan Suhartini.

img_title Pertamina dan Negara ASEAN Sepakat Perkuat Ketahanan Energi, Timor Leste Ikut Ambil Peran

"Bahkan saat saya berangkat, saya tidak tahu kalau harus ada usaha, harus ada kelompok juga," kata Suhartini. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari perjalanan itulah, ia kemudian membentuk kelompok usaha kecil. Sepulang dari acara, ia mengajak para perempuan desa sekitar rumah untuk membuat jahe instan.
 
Har, panggilan akrabnya, mampu memotivasi tetangga-tetangganya untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Sama seperti hasil pemetaan yang dilakukan oleh Pertamina, Desa Sukakarya berhadapan dengan pengangguran dan kemiskinan. Padahal, Har melihat banyak potensi yang dikembangkan.

img_title Pemerintah Alihkan Pengadaan Impor Migas ke Lemigas, Bahlil Sebut Tak akan Bebani APBN

"Kalau bicara soal organisasi, bagi ibu-ibu terlalu rumit. Maka saya buat sederhana, mereka harus pulang membawa uang setiap hari," terang Har. 

Ia mengaryakan para perempuan itu untuk membuat jahe instan dan berbagai camilan dari tepung mokav (tepung singkong). Mokav dipilih sebab singkong berlimpah di Sukakarya. Selain itu, bisa menjadi makanan sehat yang tak mengandung glutein sebagaimana camilan yang dibuat dari gandum. 

img_title Pertemuan Dewan ASCOPE ke-51 Sepakati Penguatan Kerja Sama Energi Regional, Bekal Hadapi Tantangan Global

"Saya bayar upah per kilo bahan mentah yang mereka olah. Satu hari, mereka bisa membawa pulang Rp 30.000,- hingga Rp 50.000,- per hari," jelasnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Untuk menjalankan KWT Mekar, Har mengambil marjin dari penjualan. Sebagian untuk dirinya sebagai pemodal, sebagian untuk kas organisasi.  

Setelah usaha makanan ringan tersebut lancar, Har penasaran dengan pinang. Suatu hari, dalam perjalanan ke luar kota, suaminya mencicipi minuman dari pinang. Kisah itu diceritakan kepada Har yang menjadikan Har penasaran.
 
Di desanya, pinang melimpah tapi tidak tahu cara memanfaatkannya. Dalam rantai niaga pinang, desa ini hanya sebatas penyuplai bahan mentah. Mulai dari bertandan-tandan pinang yang dikumpulkan oleh pengepul dengan harga yang ditetapkan pembeli. Dan penyuplai batang pinang untuk lomba panjat pinang setiap tahun sekali. Padahal jumlahnya sangat banyak.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut