Menerawang Seberapa Besar The Fed Pangkas Suku Bunga

Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell menjawab pertanyaan wartawan
Sumber :
  • ANTARA/REUTERS/Elizabeth Frantz

Amerika Serikat, VIVA – Pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada pekan ini menghadirkan suasana misteri yang tak biasa. Ekonom menilai The Fed akan terpecah menjadi dua kubu dan rapat diwarnai perang pendapat antar anggota.

img_title Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.948 per Dolar AS, Inflasi AS Jadi Pemicu

Pasar telah memutuskan secara kolektif bahwa Federal Reserve AS (The Fed) akan menurunkan suku bunga pada bulan September ini. Meskipun begitu, ada perdebatan sengit mengenai sejauh mana Jerome Powell akan bertindak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Apakah menerapkan pengurangan suku bunga tradisional seperempat poin persentase atau 25 basis poin. Atau, akankah The Fed mengambil langkah pertama yang agresif dengan memangkas 50 basis poin untuk pertama kalinya.

img_title Inflasi RI Naik jadi 3,28%, Mendagri Tito Minta Pemda Perkuat Pengendalian: Jangan Sampai Tembus 3,5%

Hingga akhir pekan lalu, pelaku pasar mengunci pilihan bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin. Kemudian pada hari Jumat, sentimen tiba-tiba berubah dengan setengah poin sebagai taruhannya. 

ilustrasi bank.

Photo :

img_title Rupiah Menguat ke Rp17.871, The Fed Bawa Angin Segar untuk Pasar

Akhir-akhir ini, mayoritas pedagang dana berjangka meramal peluang The Fed menurunkan yang lebih besar sebesar 63 persen. Hal ini menunjukkan tingkat keyakinan lebih tinggi daripada pertemuan The Fed sebelumnya. 

Mantan Presiden Dallas, Fed Robert Kaplan, memprediksi perdebatan di dalam ruang rapat FOMC seharusnya menarik. Di mana para anggota diperkirakan akan terpecah yang umumnya mereka memberikan suara serempak.

“Dugaan saya, mereka terpecah,” ujarnya.

Kaplan membeberkan akan ada beberapa orang di sekitar meja perundingan yang ingin bangkit dan lebih suka tidak menghabiskan musim gugur dengan mengejar ekonomi. Sementara kubu lain yang memandang dari sudut manajemen risiko berasumsi ingin lebih berhati-hati.

“Bagi The Fed, ini merupakan pengambilan keputusan penuh risiko. Jika memangkas sebesar 50 poin berpotensi memicu kembali tekanan inflasi sementara apabila menurunkan 25 poin berpeluang terjadi resesi," jelas Kepala Strategi Global Principal Asset Management, Seema Shah, dikutup dari CNBC pada Rabu, 18 September 2024.

Gubernur Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell

Photo :
  • Twitter.com/@federalreserve

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Shah menambahkan The Fed akan lebih berhati-hati untuk bersikap reaktif daripada proaktif terhadap risiko resesi. Hal ini usai Jerome Powell mendapat kritis karena lambat dalam menanggapi krisis inflasi AS. 

Di samping itu, Ekonom AS Tom Simons mengatakan The Fed harus bergerak cepat jika tidak ingin menanggung risiko yang lebih buruk. Namun, Simons memperingatkan agar para pejabat harus yakin, jika tidak maka jangan terburu-buru memangkas suku bunga.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut