Bunga Pinjaman Online Tinggi? Ini 6 Cara Hindari Jeratan Utang yang Mencekik

Ilustrasi pinjaman online
Sumber :
  • VIVA.co.id/Andrew Tito

Jakarta, VIVA – Di era digital ini, pinjaman online alias semakin populer karena prosesnya yang cepat dan mudah, terutama karena bisa mengatasi kebutuhan dana yang mendesak. Namun, di balik kemudahannya, ada bunga pinjaman online yang dapat menjadi masalah bila tidak dihitung dengan cermat.

img_title Bos OJK Curhat ke Prabowo soal Ancaman MSCI, Akui Penegakan Hukum Pasar Modal Belum Keras

Tanpa perencanaan yang matang, bunga yang besar bisa menyebabkan beban utang yang berat. Bahkan, itu tak jarang bisa menjerumuskan peminjam ke dalam lingkaran utang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebab itu, sebelum mengajukan pinjaman online, penting untuk memahami risiko yang mungkin muncul. Misalnya, adanya bunga harian, bulanan, serta denda keterlambatan yang mungkin dapat dikenakan jika pembayaran tidak dilakukan tepat waktu.

img_title OJK Jatuhkan Sanksi Rp1,5 Triliun, 74 Persen Emiten di Bursa RI Catat Laba

Nah, agar terhindar dari jeratan utang yang mencekik, ada beberapa langkah bijak yang bisa dilakukan untuk mengelola pinjaman dengan baik. Berikut ini cara cara menghindari jeratan utang pinjaman online dengan bunga tinggi:

1. Pilih Pinjaman Online yang Terpercaya dan Bunganya Rendah

img_title OJK Pertanyakan Ancaman MSCI, Apa yang Membuat Bursa RI Terancam Turun Kelas?

Menghapus Data KTP di Pinjaman Online

Photo :
  • freepik.com

Sebelum mengajukan pinjaman, lakukan riset terlebih dahulu tentang penyedia pinjaman yang menawarkan bunga lebih rendah. Bandingkan beberapa platform untuk menemukan opsi dengan suku bunga yang lebih terjangkau dan sesuai dengan kemampuan Anda. Ingat juga untuk selalu memastikan bahwa platform pinjaman online yang Anda gunakan, terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

2. Hitung Kemampuan Membayar

Sebelum meminjam, pastikan Anda menghitung dengan cermat berapa besar cicilan yang mampu Anda bayar setiap bulan. Idealnya, cicilan tidak boleh melebihi 30 persen dari pendapatan bulanan Anda. Ini untuk menjaga kestabilan keuangan.

3. Hindari Pinjaman untuk Keperluan Konsumtif

Pinjaman online sebaiknya digunakan untuk kebutuhan mendesak atau yang sifatnya produktif, seperti modal usaha. Hindari meminjam dana hanya untuk memenuhi keinginan konsumtif yang sebenarnya tidak mendesak.

4. Bayar Cicilan Tepat Waktu

Pembayaran tepat waktu adalah kunci untuk menghindari denda keterlambatan yang bisa memperparah beban utang. Pastikan Anda selalu mengingat tanggal jatuh tempo dan usahakan untuk tidak terlambat membayar cicilan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

5. Manfaatkan Pinjaman dengan Tenor Pendek

Jika memungkinkan, pilih pinjaman dengan tenor pendek. Meskipun cicilannya lebih besar, tenor pendek membantu Anda melunasi utang lebih cepat, sehingga total bunga yang dibayarkan juga lebih sedikit.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut