Balanipa Olah Limbah Jadi Cuan Berlimpah
- VIVA.co.id/Natania Longdong
Kalimantan Timur, VIVA – Berawal dari niat baiknya untuk memulai usaha, pria bernama Sahabuddin kini menjadi sosok yang turut membantu perekonomian warga sekitar Muara Badak, Kalimantan Timur. Pria yang identik dengan rambut putih itu kini menjadi Ketua Balanipa, sebuah Kelompok Usaha Bersama (Kube) Daur Ulang Tali Tambang.
Bukan tali tambang biasa, produk yang dibeli Sahabuddin adalah tali bekas kapal, dengan bobot yang dapat mencapai 1 ton.
Tali itu dia beli melalui pengepul dengan harga mulai dari Rp 5.000 hingga Rp 9.000 untuk kualitas tali tambang yang baik. Nantinya, tali tersebut akan kembali didaur ulang menjadi tali rumpon. Tali rumpon sendiri adalah tali yang biasa digunakan para nelayan untuk menangkap ikan.
"Saya berpikir awalnya sih mau berdagang, tapi ini bukan produksi, limbah kapal ya, berdagang. (Tapi saya pikir) tidak maksimal apabila tidak memperdayakan orang, (akhirnya) saya ini berpikir untuk membuat suatu pekerjaan yang bisa bermanfaat. Saya bentuklah kelompok, buat kelompok, (kemudian buat ) berita acara untuk pemerintah setempat," kata Sahabuddin dikutip Kamis, 3 Oktober 2024.
Balanipa, kelompok binaan Pertamina olah tali tambang bekas kapal jadi cuan
- VIVA.co.id/Natania Longdong
Setelah ide itu terlaksana, mulailah komunitas Balanipa yang terbentuk pada 2019. Melalui berbagai cara, Sahabuddin mulai 'merayu' PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) untuk membantu ide daur ulang tersebut.Â
"Setelah terbentuk maka mulailah (Balanipa) di 2019. Setelah waktu berjalan, saya bermohon ke PSS semoga bisa support membantulah dalam hal kegiatan ini kelompok. Alhamdulillah dari tahun 2019- 2020 saya dibantu 50 juta awal. (Rp 50 juta) uang tunai tapi (untuk) dibelikan material besinya," ucap Sahabuddin sambil menunjuk bangunan besi sederhana di belakangnya.
Dengan berjalannya waktu, meski tidak mudah bagi kelompok Balanipa, tapi mereka melaluinya bersama hingga 5 tahun berdirinya Balanipa, ide mahal ini dapat menghasilkan omzet hingga ratusan juta.
Balanipa, kelompok binaan Pertamina olah tali tambang bekas kapal jadi cuan
- VIVA.co.id/Natania Longdong
Sahabuddin membeberkan bahwa harga satu rol tali rumpon yang ia jual bertarif Rp 280 ribu. Harganya cukup bersaing, bahkan produk yang dijual Balanipa jauh lebih murah dibandingkan harga-harga toko yang mencapai jutaan. Hasilnya, penjualan perbulan tali rumpon ini berhasil menjual 300-700 rol.