Kinerja Bursa Karbon Solid dalam Setahun, BEI Singgung Pentingnya Karbon Tax

Presiden Jokowi :uncurrkan perdagangan Bursa Karbon Indonesia.
Sumber :
  • ANTARA.

Jakarta, VIVA – Bursa Karbon catat kinerja solid saat usia genap setahun pada 26 September 2024. Bursa Efek Indonesia (BEI) soroti perlu pemberlakukan karbon tax atau pajak karbon untuk menarik minat pasar.

img_title BEI Kaji Insentif Pajak bagi Emiten, Bidik Lebih Banyak UMKM untuk IPO

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Efek Indonesia (BEI) Irvan Susandy menyampaikan, pajak karbon merupakan kunci keberhasilan dari transaksi Bursa Karbon. Hal ini sudah terbukti dari beberapa negara yang telah menerapkan karbon tax, seperti Denmark, Belanda, Swedia, dan lainnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jadi kalau ada karbon tax, angka karbon tax-nya lebih tinggi daripada harga jual beli karbon di pasar, itu pasti akan ramai bursa karbonnya. Sekarang pemerintah belum menentukan karbon tax-nya berapa, jadi kami harapkan adalah banyaknya karbon tax agar bursa karbonnya ramai," jelas Irvan dikutip dari InvestorTrust.id pada Jumat (04/10/2024).

img_title BEI Bakal Periksa Acak Free Float Saham Emiten, Direksi Terancam Sanksi Tegas

Irvan menuturkan lebih banyak sosialisasi dan edukasi terkait emisi karbon. Sampai saat ini, BEI tercatat sudah melakukan sosialisasi sebanyak 185 kali.

Ilustrasi jejak karbon.

Photo :
  • New perspective marketing

img_title BEI Kejar Kepercayaan Investor Global, Peluang RI Bertahan di Emerging Market di Atas 50 Persen

Selain itu, Irvan juga menyinggung pentingnya kolaborasi dan sinergi antar Kementerian terkait teknis emisi karbon. Hal ini mengingat peran Bursa Karbon sebagai salah satu infrastruktur dalam menunjang pengurangan karbon emisi di Indonesia. 

BEI mencatat kinerja Bursa Karbon cukup positif sejak diluncurkan pada 26 September 2023. Nilai transaksi selama setahun mencatat Rp 37,06 miliar. 

Jumlah aset mengalami pertumbuhan dari 613.894 ton CO2e menjadi 1.777.141 ton CO2e per 26 September 2024. Sementara, jumlah unit karbon tersedia setelah retirement sebanyak 1.357.112 ton CO2e.

Penambahan jumlah produk karbon sebanyak 842.950 ton CO2e disumbangkan dari tiga proyek Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK) yang tercatat di IDXCarbon, yaitu proyek Pertamina Geothermal Lahendong, PLTGU di Muara Karang milik PLN, dan PLTM di Gunung Wugul milik grup PLN.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pengguna jasa Bursa Karbon sampai 26 September 2024 tercatat sebanyak 81 pihak. BEI menargetkan penambahan 19 pihak sehingga mencapai 100 pengguna jasa lagi sampai akhir tahun 2024.

Artikel ini telah tayang di InvestorTrust.id dengan judul, "HUT Ke-1 Bursa Karbon, BEI Kejar Target 100 Pengguna Jasa hingga Akhir 2024."

Pergerakan IHSG

Begini Nasib 81 Saham HSC yang Didepak dari Penghitungan IHSG, Masih Bisa Diperdagangkan?

BEI secara resmi mengeluarkan 81 saham HSC dari penghitungan IHSG mulai hari ini, Selasa 2 November 2026. Simak nasib saham tersebut dan dampaknya bagi investor.

img_title
VIVA.co.id
3 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut