Program Makan Bergizi Gratis Prabowo Bakal Diperluas Jadi 2 Kali Sehari

Hashim Djojohadikusumo, Diskusi Ekonomi Bersama Kadin Indonesia
Sumber :
  • VIVA.co.id/M Ali Wafa

Jakarta, VIVA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sebelumnya dikenal sebagai program Makan Siang Gratis rencananya akan diberikan pemerintahan Prabowo-Gibran dua kali dalam sehari yakni pada pada pagi dan siang hari. Hal itu diungkapkan pengusaha yang juga Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo.

img_title DPR Tegur Menteri ATR/BPN soal Lambannya Persetujuan Lahan Program Presiden

Hashim mengutarakan hal tersebut saat berbicara dalam acara sarasehan Kadin Indonesia bersama dirinya di Menara Kadin, Jakarta.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Di sini saya mau luruskan, ada sebagian masyarakat merasa ini makan siang gratis. Ini bukan makan siang gratis, ini makan gratis dua kali sehari, pagi dan siang," kata Hashim di Menara Kadin, Jakarta Selatan, Senin, 7 Oktober 2024.

img_title Eks Stafsus Sri Mulyani Girang Purbaya Diganti Suahasil: Terima Kasih Pak Presiden Selamatkan Kemenkeu

Hashim Djojohadikusumo, Diskusi Ekonomi Bersama Kadin Indonesia

Photo :
  • VIVA.co.id/M Ali Wafa

Dia menjelaskan, apabila program Makan Bergizi Gratis ini hanya diberikan untuk sarapan saja, maka hal itu dinilai tidak akan cukup menunjang gizi para anak bangsa dan ibu rumah tangga yang menjadi sasaran dari program tersebut.

img_title Pesan Prabowo ke Menkeu Suahasil: APBN Harus Sehat-Bisa Stabilkan Ekonomi RI

Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) mencatat, sebanyak 41 persen siswa di Indonesia berada dalam kondisi lapar saat mereka belajar di sekolah.

"Mereka lapar kenapa? Karena orang tuanya tidak mampu untuk menyediakan sarapan pagi. Mereka masuk sekolah, lapar, perut kosong. Kita sekarang bisa mengerti, kenapa ranking-ranking kita akan hal pendidikan sangat buruk," ujarnya.

Hal ini diakui Hashim sebagai salah satu upaya untuk memperbaiki sistem pendidikan nasional di Tanah Air. Supaya pendidikan di Indonesia tidak tertinggal jauh dengan negara-negara lainnya di dunia, seperti misalnya di Finlandia, Korea Selatan, Selandia Baru, atau bahkan negara tetangga seperti Malaysia.

"Indonesia konsisten termasuk yang paling buruk di dunia. Kita (peringkat) 63 dari 70 (negara), selalu tidak bergeser," kata Hashim.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Karenanya, Hashim memastikan bahwa pemerintah Prabowo telah berencana untuk mengalokasikan anggaran mencapai Rp 71 triliun, untuk program makan bergizi gratis di tahun 2025 mendatang. Anggaran itu pun dimasukkan ke anggaran pendidikan dalam APBN 2025, yang dianggarkan sebesar Rp 722,6 triliun.

"Awalnya rencana dari program ini hanya akan diberikan kepada anak sekolah. Tapi dalam persiapannya, program MBG ini akan diperluas dengan menyasar anak di rumah dan ibu rumah tangga. Diharapkan hal ini juga dapat membantu mengatasi masalah kekurangan gizi anak Indonesia," ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut