Peran Maksimal APBN Dukung Program Prioritas Prabowo

Presiden RI, Prabowo Subianto
Sumber :
  • Sekretariat Presiden

Untuk intensifikasi bisa dilakukan dengan memeriksa data-data wajib pajak, terutama yang didapatkan dari program pengampunan pajak jilid atau tax amnesty jilid I dan II. Kedua bisa dilakukan melalui konsolidasi data NPWP dan KTP. 

img_title Presiden Prabowo Hadiri KTT ke-18 BRICS Sebagai Anggota Penuh

"Dari sana kemudian diperiksa apakah para wajib pajak ini telah membayarkan ataupun melaporkan pajaknya secara baik dan tentu ini yang kemudian bisa menjadi harapan untuk meningkatkan penerimaan dari data-data wajib pajak yang sudah diperiksa," jelasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Yusuf menuturkan, untuk ekstensifikasi pemerintah bisa menarik pajak baru. Misalnya melalui instrumen pajak karbon yang saat ini dimiliki oleh pemerintah.

img_title Presiden Prabowo Tiba di India untuk Hadiri KTT BRICS

"Dan saya kira instrumen pajak karbon ini punya peluang untuk menjadi salah satu sumber penerimaan, dan desain bersamaan dia juga bisa menjadi instrumen pemerintah untuk mencapai target net Zero emission dalam beberapa tahun ke depan," jelasnya.

Tak hanya itu, Yusuf menilai pemerintah juga bisa menerapkan pajak windfall untuk komoditas tertentu ketika harga komoditas tersebut meningkat di atas rata-rata harga komoditas.

img_title Perusahaan Aluminium Rusia Garap Hilirisasi Bauksit di Kalimantan, Bahlil: Izinnya Hampir Final!

"Terakhirnya juga sebenarnya potensial adalah mengenakan pajak untuk orang kaya, apalagi dalam KTT G20 kemarin wacana terkait penerapan tarif pajak untuk orang kaya disampaikan sebagai salah satu bentuk upaya untuk distribusi pendapatan," imbuhnya.

Ketum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menyampaikan pidato dalam forum bisnis BRICS di New Delhi, India.

Pidato Anin Disimak Putin hingga Modi, Paparkan Visi Besar Presiden Prabowo di Hadapan Pemimpin Dunia

Ketum Kadin Anindya Bakrie berpidato di hadapan Perdana Menteri India Narendra Modi, Presiden Rusia Vladimir Putin, serta sejumlah pemimpin dunia lain di India.

img_title
VIVA.co.id
12 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut