5 Perusahaan Raksasa Lakukan PHK Massal di Awal 2025, Ada Microsoft Hingga Meta

Microsoft.
Sumber :
  • No Camels

Jakarta, VIVA – Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) masih berlanjut di awal 2025. PHK massal kali ini, melanjutkan tren dua tahun terakhir, yang sebelumnya memang telah mengguncang berbagai sektor, seperti teknologi, media, keuangan, manufaktur, ritel, dan energi.

img_title PHK Marak tapi Angka Pengangguran RI Kok Turun? Begini Penjelasan BPS

Perampingan tenaga kerja ini, terjadi karena berbagai alasan. Salah satunya, yakni karena efisiensi biaya di tengah perubahan teknologi yang pesat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut survei terbaru dari World Economic Forum, sekitar 41% perusahaan di seluruh dunia memperkirakan akan mengurangi jumlah karyawan mereka dalam lima tahun ke depan. Hal ini lantaran perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) .

img_title PHK di Singapura Tembus 4.800 Orang, Tertinggi Sejak Akhir 2020

Merangkum dari Business Insider, ada beberapa perusahaan besar yang telah mengumumkan PHK di awal tahun ini. Mulai dari Starbucks, BP, Meta, Microsoft, dan Boeing. Berikut informasi selengkapnya seperti dirangkum pada Senin, 10 Februari 2025.

5 Perusahaan Raksasa Lakukan PHK Massal

img_title Microsoft Tawarkan Program Pengunduran Diri Sukarela ke 60.000 Karyawan, Gara-gara Mau Diganti AI?

Ilustrasi PHK

Photo :
  • VIVA.co.id/Andrew Tito

1. Starbucks
Jaringan kedai kopi global, Starbucks, mengumumkan rencana PHK yang akan dilakukan pada Maret 2025. Hal ini diketahui dari sebuah memo kepada staf pada 21 Januari, Brian Nicoll, Chairman dan CEO Starbucks.

"Kita perlu secara signifikan mengubah cara tim pendukung kita diorganisir dan bagaimana kita bekerja, dan sebagai bagian dari itu, akan ada penghapusan pekerjaan dan tim pendukung yang lebih kecil ke depannya," kata Nicoll.

2. BP
BP mengonfirmasi kepada Business Insider bahwa mereka berencana memangkas 4.700 karyawan dan 3.000 kontraktor, atau sekitar 5% dari total tenaga kerjanya secara global. Pemangkasan ini merupakan bagian dari program untuk 'menyederhanakan dan memfokuskan' perusahaan yang telah dimulai sejak tahun lalu.

"Kami sedang memperkuat daya saing kami dan membangun ketahanan dengan menurunkan biaya, meningkatkan kinerja, dan memanfaatkan kapabilitas unik kami," tulis BP dalam pernyataannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

3. Meta
CEO Meta, Mark Zuckerberg, baru-baru ini juga mengatakan kepada staf bahwa dia memutuskan untuk meningkatkan standar dalam manajemen kinerja dan akan bertindak cepat untuk mengeluarkan karyawan dengan kinerja rendah.

Dalam sebuah unggahan di platform komunikasi internal perusahaan, Zuckerberg mengatakan bahwa Meta akan melakukan "pemangkasan berbasis kinerja yang lebih luas" dalam siklus tinjauan kinerja tahun ini. Karyawan yang terdampak di AS akan diberitahu pada 10 Februari. Sebelumnya, sejak 2022, Meta telah memangkas lebih dari 21.000 pekerja.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut