Rupiah Menguat ke Level 16.442 per Dolar AS, Ini Pemicunya

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS
Sumber :
  • VIVA.co.id/M Ali Wafa

Jakarta, VIVA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar spot menguat pada pembukaan perdagangan Selasa, 4 Maret 2025. Rupiah menguat sebesar 38 poin atau 0,23 persen ke posisi Rp 16.442 per dolar AS.

img_title Rupiah Menguat ke Rp 17.632 saat Pasar Respons Positif Pelantikan Destry dan Perang Iran-AS Kembali Memanas

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) terakhir atau kemarin sore, mematok rupiah di angka Rp 16.506 per dolar AS. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong memperkirakan nilai tukar rupiah akan menguat terhadap dolar AS pada hari ini.

img_title Cadangan Devisa di Akhir Agustus 2026 Capai US$146 Miliar, Bos BI Ungkap Kapasitasnya untuk Perkuat Rupiah

“Rupiah diperkirakan akan menguat terhadap dolar AS yang melemah tajam oleh harapan perdamaian perang di Ukraina,” ujar Lukman kepada VIVA Selasa, 4 Maret 2025.

Uang kertas rupiah dan dolar AS.

Photo :
  • VIVA/M Ali Wafa

img_title Rupiah Menguat ke Rp 17.702 Dibayangi Inflasi Pangan dan Kembali Memanasnya Perang Iran-AS

Lukman menjelaskan, saat ini dolar AS juga tertekan oleh data Purchasing Managers Index (PMI) AS yang dirilis oleh Institute of Supply Management (ISM). Sebab PMI AS lebih lemah dari perkiraan. 

“Namun, penguatan akan terbatas oleh kebijakan tarif yang telah dikonfirmasikan oleh Trump akan efektif berlaku sesuai rencana.” jelasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Adapun pada hari ini mata uang rupiah terhadap dolar AS akan menguat ke kisaran Rp 16.400-Rp 16.500.

Uang dolar AS dan rupiah.

Rupiah Melemah ke Rp 17.650 saat Pendapatan Kelas Menengah RI Anjlok dan Tensi Iran-AS Kembali Melonjak

Hingga pukul 09.01 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 17.650 per dolar AS. Posisi itu melemah 8 poin atau 0,05 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 17.642 per dolar AS.

img_title
VIVA.co.id
7 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut