Harga Bitcoin Hari Ini Mulai Stabil, Pertanda Apa? Ini Penjelasan Analis

Bitcoin.
Sumber :
  • Dok. Istimewa

Jakarta, VIVA – Akhirnya, usai mengalami volatilitas tinggi dalam beberapa minggu terakhir, harga Bitcoin hari ini menunjukkan tanda-tanda stabilisasi. Sebagaimana diketahui, pergerakan tersebut terjadi di tengah kekhawatiran investor terhadap kebijakan ekonomi Amerika Serikat, khususnya terkait tarif perdagangan dan potensi perlambatan ekonomi. 

img_title Macron Kritik Pedas Trump dan Netanyahu soal Kerusuhan Prancis yang Dikaitkan dengan Imigran Islam

Namun, di sisi lain, data inflasi terbaru yang lebih rendah dari perkiraan, memberikan sedikit angin segar bagi pasar aset berisiko, termasuk kripto.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bitcoin sendiri sempat mengalami tekanan jual akibat ketidakpastian ekonomi global, namun kini tampaknya mulai pulih. Meski demikian, para analis masih melihat adanya faktor-faktor yang dapat memengaruhi pergerakan harga dalam waktu dekat. 

img_title Gianni Infantino Ditekan UEFA, Gaji hingga Hubungan dengan Donald Trump Jadi Masalah

Apakah ini pertanda bahwa Bitcoin akan kembali menguat, atau justru hanya jeda sebelum volatilitas berikutnya? 

Melansir dari Investing, pada Rabu, 12 Maret 2025, harga Bitcoin naik 1% menjadi USD82.089 atau sekitar Rp1,35 miliar. Kenaikan ini terjadi setelah data inflasi Amerika Serikat bulan Februari lebih rendah dari ekspektasi. 

img_title Trump Kembali Disorot karena Retorika soal Muslim, Kini Ejek Nama 'Mohammad'

Data ini meningkatkan optimisme bahwa Federal Reserve mungkin tidak akan menaikkan suku bunga lebih lanjut, yang biasanya menjadi sentimen positif bagi pasar kripto. Meski ada kenaikan, pasar kripto secara keseluruhan masih dalam kondisi yang cukup lemah usai mengalami penurunan signifikan dalam dua minggu terakhir. 

Bitcoin dan aset kripto.

Photo :
  • Pioneering Minds

Tampaknya, masih banyak investor yang tetap berhati-hati, karena ketidakpastian kebijakan ekonomi, terutama terkait tarif perdagangan yang diterapkan oleh mantan Presiden Donald Trump. Ketidakpastian ekonomi ini semakin meningkat setelah Trump menerapkan tarif impor sebesar 25% untuk baja dan aluminium, yang mendapat respons tegas dari Uni Eropa dan Kanada. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tarif ini menambah kekhawatiran bahwa inflasi di AS bisa kembali naik dalam beberapa bulan ke depan, meskipun data terbaru menunjukkan perlambatan pertumbuhan harga," demikian dikutip dari Investing, Kamis, 13 Maret 2025.

Lebih lanjut, investor kripto juga tidak terlalu terpengaruh oleh pengumuman Trump terkait cadangan Bitcoin pemerintah. Pasar, justru merespons dingin karena cadangan tersebut tidak melibatkan pembelian Bitcoin baru, melainkan hanya pengelolaan aset yang sudah ada. Hal ini membuat spekulasi bahwa langkah tersebut tidak akan berdampak besar pada harga Bitcoin dalam waktu dekat.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut