Bursa Asia Semringah Usai The Fed Resmi Tahan Suku Bunga

Shanghai Street Hong Kong
Sumber :
  • alamy.com

Asia, VIVA - Bursa Asia-Pasifik menguat saat pembukaan perdagangan pasar pada Kamis, 20 Maret 2025. Lonjakan indeks menyusul keputusan Federal Reserve (The Fed) untuk mengunci suku bunga di level 4,25-4,5 persen.

img_title IHSG Tergelincir 1,88% ke 6.031, Investor Dibayangi Lonjakan Yield US Treasury

Pada Rabu, 19 Maret 2025, bank sentral Amerika Serikat (AS) mengisyaratkan akan melakukan dua kali penurunan suku bunga di akhir tahun. The Fed memproyeksi adanya potensi kenaikan inflasi dan penurunan pertumbuhan ekonomi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketua The Fed Jerome Powell optimis penurunan tajam tidak mungkin terjadi meskipun para ekonom kompak menyuarakan kemungkinan terjadi resesi. Keputusan The Fed tahan suku bunga muncul di tengah ketegangan perang dagang yang kian memanas antara AS dan mitra dagang utamanya.

img_title Rupiah Menguat ke Rp17.871, The Fed Bawa Angin Segar untuk Pasar

China juga mempertahankan suku bunga pinjaman sebagai upaya pemerintah Beijing berupaya keras menopang pertumbuhan. Langkah ini sekaligus guna menstabilkan mata uang di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan.

Ilustrasi Suku Bunga

Photo :
  • freepik.com/freepik

img_title Rupiah Perkasa ke Rp17.866 per Dolar AS, Ada Kabar Baik dari The Fed

Bank sentral China (PBOC) menahan suku bunga acuan pinjaman 1 tahun di level 3,1 persen sementara pinjaman 5 tahun sebesar 3,6 persen. Tingkat suku bunga tersebut sudah berlaku sejak pemangkasan seperempat poin persentase pada bulan Oktober 2024.

Dikutip dari CNBC Internasional pada Kamis, 20 Maret 2025, Indeks S&P/ASX 200 Australia melesat 0,77 persen saat pembukaan pasar. Indeks Hang Seng Hong Kong tergelincir tipis dari 24.771,14 menjadi 24.719.

Indeks Kospi Korea Selatan melambung 0,64 persen. Menyusul kenaikan indeks Kosdaq sebesar 0,55 persen. Perdagangan Jepang tutup karena hari libur.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kontrak berjangka saham AS sedikit berubah setelah tiga indeks utama menguat setelah The Fed mempertahankan prospeknya untuk dua kali pemangkasan suku bunga tahun ini. Indeks S&P 500 rebound 1,08 persen dan ditutup pada level 5.675,29 yang menjadi kebangkitan sejak indeks mengalami banyak koreksi sejak akhir Februari 2025.

Indeks Dow Jones Industrial Average melambung 383,32 poin atau 0,92 persen sehingga menembus area 41.964,63. Nasdaq Composite menguat 1,41 persen menjadi 17.750,79.

Ilustrasi rupiah dan dolar AS.

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.948 per Dolar AS, Inflasi AS Jadi Pemicu

Rupiah melemah 45 poin ke Rp17.948 per dolar AS pada hari ini, Kamis 15 Oktober 2026. Kenaikan inflasi AS memperkuat ekspektasi kebijakan hawkish The Fed.

img_title
VIVA.co.id
15 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut