Bos Microsoft Buka Suara soal PHK Massal Ribuan Karyawan

Microsoft.
Sumber :
  • Yeshiva World News

Jakarta, VIVA – Chief Executive Officer Microsoft, Satya Nadella, angkat bicara mengenai pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang terjadi di perusahaan teknologi miliknya. Ia menegaskan keputusan memberhentikan ribuan karyawan bukan disebabkan oleh kinerja para karyawan, melainkan bagian dari langkah restrukturisasi organisasi yang lebih besar.

img_title 9 Prompt ChatGPT untuk Edit Foto Ala Fotografer Profesional

Microsoft mengumumkan PHK massal terhadap 6.000 pekerja pada pertengahan Mei 2025. Tidak sampai di situ, perusahaan kembali melakukan pemecatan terhadap ratusan karyawan, khususnya divisi insinyur teknik (engineering), hukum, produk hingga level manajerial. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam keterangan resminya, Bos Microsoft menjelaskan PHK merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mempercepat transformasi yang berfokus kecerdasan buatan (AI-first). Nadella mengungkap, perusahaan tengah mengalihkan sumber daya dan talenta ke bidang-bidang yang lebih sejalan dengan prioritas bisnis masa depan, terutama dalam pengembangan dan penerapan teknologi AI.

img_title Bukan Sekadar Konsol Baru, Xbox Bawa Kembali Nuansa Klasik yang Dirindukan Gamer Generasi Awal

Microsoft terus memperluas jaringan bidang AI ke India. Baru-baru ini, Microsoft menjalin kemitraan strategis dengan penyedia layanan infrastruktur cloud terkemuka di negara tersebut, Yotta Data Services.

Ilustrasi kecerdasan buatan (AI).

Photo :
  • freepik.com/freepik

img_title Ketika AI Ambil Alih Pekerjaan Rumit

Kerja sama ini bertujuan guna mempercepat adopsi AI di India melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, institusi pendidikan seperti IIT, startup, dan perusahaan teknologi. Kemitraan ini juga menjadi upaya memperkenalkan platform cloud milik Yotta, Shakti Cloud, lebih luas. 

Microsoft akan mengintegrasikan AI tersebut dengan layanan AzureAI milik perusahaan. Hal ini memungkinkan pengembang, startup, hingga sektor publik di India untuk mengakses teknologi AI canggih.

"Kemitraan kami dengan Yotta untuk mendukung Shakti Cloud akan membantu membuka inovasi AI dalam skala besar," ujar Presiden Microsoft India dan Asia Selatan, Puneet Chandok, dikutip Minggu, 8 Juni 2025.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Puneet Chandok mewakili Microsoft menyampaikan rasa hormat dapat berperan dalam membantu India mewujudkan ambisi untuk beralih ke AI melalui inovasi. Ini mencerminkan kebutuhan dan prioritas unik dari negara anak benua ini.

Pada Januari 2025, Satya Nadella juga telah mengumumkan kolaborasi dengan IndiaAI, bagian dari Digital India Corporation. Kolaborasi tersebut dalam rangka mendorong perkembangan teknologi AI dan membentuk pusat keunggulan AI serta laboratorium produktivitas AI di India.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut