Bursa Asia Bergejolak Jelang Pidato Bos The Fed

Patung Merlion Park Singapura.
Sumber :
  • http://len-diary.blogspot.com/

Jakarta, VIVA – Bursa Asia-Pasifik diperdagangkan beragam pada pembukaan pasar, Jumat, 22 Agustus 2025. Fluktuasi terjadi saat investor menantikan pidato Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell pada simposium ekonomi tahunan bank sentral Amerika Serikat (AS) yang dapat memberikan petunjuk tentang arah kebijakan suku bunga.

img_title IHSG Tergelincir 1,88% ke 6.031, Investor Dibayangi Lonjakan Yield US Treasury

Kontrak berjangka dana Fed memperkirakan kemungkinan 74 persen bank sentral AS akan memangkas suku bunga pada pertemuan kebijakan berikutnya di bulan September 2025, menurut alat FedWatch CME.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain dari sentimen global, data ekonomi dari negara di kawsan regional turut menjadi perhatian pelaku pasar. Jepang melaporkan laju inflasi inti mereda dari 3,3 persen pada Juni menjadi 3,1 persen pada bulan Juli 2025.

img_title Rupiah Menguat ke Rp17.871, The Fed Bawa Angin Segar untuk Pasar

Inflasi yang termasuk iaya pangan segar sebesar 3 persen atau lebih tinggi dari perkiraan para ekonom. Pada bulan Juli, inflasi beras menyusut menjadi 90,7  setelah dua bulan inflasi melonjak melampaui angka 100 persen.

Ilustrasi Inflasi

Photo :
  • Freepik

img_title Rupiah Perkasa ke Rp17.866 per Dolar AS, Ada Kabar Baik dari The Fed

Dikutip dari CNBC Internasional pada Jumat, 22 Agustus 2025, indeks acuan Nikkei 225 tergelincir 0,1 persen. Kemudian, indeks Topix melesat 0,44 persen di awal perdagangan pasar. 

Indeks Kospi yang tercatat di bursa Korea Selatan melonjak 1,22 persem. Kenaikan juga dicatatkan indeks Kosdaq sebesar 0,94 persen. 

Indeks acuan Australia S&P/ASX 200 datar setelah indeks melewati angka 9.000 untuk pertama kalinya pada sesi perdagangan Kamis, 21 Agustus 2025. Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada lebih tinggi di level 25.192 dari sebelumnya pada posisi 25.104,61.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, Wall Street ditutup terbakar pada karena saham-saham kompak berjatuhan. Indeks S&P 500  merosot 0,4 persen menjadi 6.370,17 sekaligus menjadi penurunan untuk hari kelima berturut-turut

Nasdaq Composite anjlok 0,34 persen ke level 21.100,31. Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 152,81 poin atau 0,34 persen dan berakhir pada area 44.785,50.

Ilustrasi rupiah dan dolar AS.

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.948 per Dolar AS, Inflasi AS Jadi Pemicu

Rupiah melemah 45 poin ke Rp17.948 per dolar AS pada hari ini, Kamis 15 Oktober 2026. Kenaikan inflasi AS memperkuat ekspektasi kebijakan hawkish The Fed.

img_title
VIVA.co.id
15 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut