Bursa Asia Cerah Setelah Kabar Baik dari Bos The Fed

Ilustrasi Indeks Wall Street.
Sumber :
  • Fox Bussiness

Jakarta, VIVA - Bursa Asia-Pasifik dibuka perkasa pada perdagangan awal pekan ini, Senin, 25 Agustus 2025. Kenaikan menyusul lonjakan Bursa Amerika Serikat (AS) setelah Ketua Federal Reserve AS (The Fed) mengisyaratkan bank sentral dapat mulai melonggarkan kebijakan moneter.

img_title IHSG Tergelincir 1,88% ke 6.031, Investor Dibayangi Lonjakan Yield US Treasury

Ketua The Fed Jerome Powell membacakan pidato tahunan di Jackson Hole, Wyoming, pada akhir pekan lalu. Dalam 'ceramahnya' yang sangat dinantikan pelaku pasar global, Powell menyampaikan bahwa pelonggaran kebijakan akan dilakukan pada bulan depan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara dari sisi regional, pasar sedang menunggu data indeks harga konsumen Singapura untuk bulan Juli. Para ekonom memperkirakan akan mengalami kenaikan 0,6 persen secara year on year (yoy).

img_title Rupiah Menguat ke Rp17.871, The Fed Bawa Angin Segar untuk Pasar

Dikutip dari CNBC Internasional, indeks acuan Nikkei 225 di Jepang melesat 1,08 persen. Indeks Topix juga terpantau menguat 0,53 persen. 

Ilustrasi sedang investasi

Photo :
  • pexels.com/Anna Nekrashevich

img_title Rupiah Perkasa ke Rp17.866 per Dolar AS, Ada Kabar Baik dari The Fed

Di Korea Selatan, indeks Kospi  meningkat sebesar 0,75 persen. Kemudian indeks Kosdaq yang terdiri dari saham-saham berkapitalisasi kecil melonjak 1,71 persen.

Bursa Australia ikut menunjukkan kenaikan dengan indeks acuan S&P/ASX 200 melambung 0,87 persen. Indeks Hang Seng Hong Kong naik level 25.339,14 menjadi 25.722.

Wall Street sukses mencetak kinerja positif pada sesi perdagangan akhir pekan. Dow Jones Industrial Average mencetak rekor tertinggi ke level 45.631,74 berkat kenaikan signifikan sebesar 846,24 poin atau 1,89 persen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, indeks S&P 500 melesat 1,52 persen menjadi 6.466,91 atau hanya terpaut tiga poin dari rekor tertinggi. Indeks Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi menguat 1,88 persen ke posisi 21.496,53.

Ilustrasi rupiah dan dolar AS.

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.948 per Dolar AS, Inflasi AS Jadi Pemicu

Rupiah melemah 45 poin ke Rp17.948 per dolar AS pada hari ini, Kamis 15 Oktober 2026. Kenaikan inflasi AS memperkuat ekspektasi kebijakan hawkish The Fed.

img_title
VIVA.co.id
15 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut