Studi Ungkap 41 Persen Perusahaan Bakal PHK Karyawan Gara-gara AI

Ilustrasi stres kerja.
Sumber :

Jakarta, VIVA – Perkembangan kecerdasan buatan (AI) kian pesat dalam beberapa tahun terakhir. Teknologi ini tidak hanya menghadirkan efisiensi dan inovasi di berbagai sektor, tetapi juga memunculkan kekhawatiran tentang masa depan pekerjaan. 

img_title Permintaan Pasar Anjlok, Pabrik Sepatu Tutup dan PHK 1.600 Pekerja

Laporan terbaru dari World Economic Forum (WEF) menegaskan bahwa dampak AI terhadap pasar tenaga kerja tidak bisa dianggap remeh.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam laporan berjudul Future of Jobs, WEF menemukan bahwa hampir setengah perusahaan di seluruh dunia berencana melakukan pengurangan tenaga kerja pada 2030 karena adopsi AI. Temuan ini tentu memperkuat kekhawatiran masyarakat yang sejak lama cemas akan gelombang otomatisasi. 

img_title Raksasa Hiburan Disney Bersiap PHK Massal, Perusahaan Kejar Penghematan Besar-besaran

Namun, di sisi lain, ada pula kabar positif: mayoritas perusahaan menyatakan siap meningkatkan keterampilan karyawan agar bisa berkolaborasi dengan teknologi baru.

Ilustrasi pengangguran.

Photo :
  • Freepik

img_title AI Memberi Guru Ruang untuk Bereksperimen Belajar Siswa

Melansir dari Tech Co, laporan tersebut menyebut bahwa 41% dari perusahaan di seluruh dunia berencana mengurangi tenaga kerja mereka pada 2030 karena AI. Laporan yang dirilis pada awal 2025 itu menyoroti bagaimana pasar kerja akan terkena dampak signifikan ketika perusahaan semakin menekankan kolaborasi antara manusia dan mesin.

Reskilling Jadi Strategi Utama Perusahaan

Selain melakukan pengurangan tenaga kerja, 77% bisnis berencana melakukan reskilling atau upskilling terhadap pekerja mereka yang ada pada periode 2025–2030, untuk bisa memaksimalkan program seperti ChatGPT. Namun, laporan tersebut juga menekankan bahwa teknologi canggih, termasuk AI, tidak disebut akan membawa dampak “net positif” bagi pasar tenaga kerja. 

Teknologi Baru Bisa Menambah Output, Bukan Hanya Menggantikan

Meskipun hasil studi ini mungkin dianggap kurang menyenangkan, ada sisi lain yang lebih positif. Perusahaan kini semakin menghargai keterampilan terkait AI. 

Hampir 70% perusahaan berencana merekrut pekerja yang bisa menciptakan alat atau peningkatan baru berbasis AI, sementara 62% lainnya mencari pekerja yang mampu bekerja efektif bersama AI.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Laporan WEF juga menekankan bahwa AI berpotensi memperkuat output manusia, bukan semata-mata menggantikannya. Salah satu kesimpulannya menyoroti pentingnya keterampilan yang berpusat pada manusia.

BMW i3

BMW PHK 1.800 Karyawan, Penjualannya Sedang Tidak Baik-Baik Saja

BMW dikabarkan melakukan PHK terhadap 1.800 karyawan akibat tekanan bisnis dan penurunan penjualan mobil hingga 21,8 persen. Begini kondisi bisnisnya.

img_title
VIVA.co.id
3 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut