Bawang Merah dari Biji jadi 'Game Changer' Pertanian
- ANTARA FOTO/Irfan Anshori
Jika pada metode tradisional petani membutuhkan 1,5–2 ton umbi per hektare sebagai bibit dengan biaya Rp40-60 juta, maka dengan TSS kebutuhannya hanya 3-4 kg biji per hektare senilai Rp12-16 juta.
Namun, jika tak ingin menyemai sendiri, petani dapat memanfaatkan umbi bibit dari sistem TSS yang dikembangkan oleh petani penyemai dengan kisaran biaya Rp30 juta per hektare.
Hal ini berdampak pada potensi penghematan biaya produksi hingga kisaran 25-50 persen dibanding menanam dengan umbi.
Efisiensi input ini memberi ruang lebih besar bagi petani untuk mengalokasikan modal ke pupuk, teknologi irigasi, atau tabungan keluarga. Suasana kunjungan semakin hidup saat delegasi melakukan dialog langsung.
“Kami terkesan melihat bagaimana inovasi TSS ini dapat mengubah kehidupan petani. Ini merupakan pengalaman belajar yang berharga bagi negara kami,” ungkap Ferdinando Branca, ISHS Chair Division of Vegetables, Roots and Tubers, dari University of Catania, Italia.