Teknologi Identitas Digital Bisa Jadi Tameng

Perlindungan data pribadi.
Sumber :
  • TUV Rheinland

Jakarta, VIVA – Lebih dari satu juta jamaah asal Indonesia berangkat ke Tanah Suci setiap tahun. Banyak yang masih membawa uang tunai dalam jumlah besar, padahal cara ini rawan hilang, dicuri, atau terkena biaya tukar yang merugikan.

img_title Jangan sampai Niat Cari Pahala tapi malah Apes

Untuk menjawab tantangan tersebut, UmrahCash berkolaborasi dengan Vida, penyedia identitas digital di Indonesia, menghadirkan dompet digital syariah yang aman dan praktis khusus untuk jamaah haji dan umrah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Momentum tersebut mempertegas komitmen UmrahCash dan Vida dalam membangun digital trust di ekosistem fintech syariah, sekaligus menghadirkan layanan keuangan yang aman, transparan, dan tepercaya bagi jamaah haji dan umrah.

img_title Jangan Menambah Korban Lagi

Dengan layanan baru ini, jamaah cukup menyetorkan Rupiah di Indonesia dan otomatis menerima saldo Riyal yang bisa ditarik di agen resmi (human ATM) di Mekkah dan Madinah.

Dalam beberapa tahun terakhir, kejahatan digital semakin marak, mulai dari pembajakan akun hingga penipuan berbasis deepfake.

img_title Bukan cuma Uang yang Hilang, Hal Fatal Ini bisa Hancur dalam Sekejap akibat Serangan Siber

Karena itu, perlindungan identitas digital menjadi sangat penting bagi jamaah yang kini semakin sering menggunakan layanan digital selama perjalanan.

Kolaborasi UmrahCash dan Vida menjawab kebutuhan ini dengan menghadirkan lapisan keamanan biometrik, deteksi manipulasi identitas, dan sertifikat elektronik yang sah secara hukum.

Pendiri dan Kepala Eksekutif UmrahCash, William Phelps, menegaskan bahwa solusi ini akan memudahkan jamaah sekaligus melindungi mereka dari risiko yang tidak perlu.

Ia menjelaskan bahwa masih banyak jamaah membawa uang tunai dalam jumlah besar ke Tanah Suci, dan hal itu rawan menimbulkan masalah.

Dengan UmrahCash, jamaah cukup setor Rupiah di Indonesia lalu tarik Riyal di agen resmi (human ATM) Mekkah dan Madinah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, kolaborasi dengan Vida menjadikan seluruh proses lebih aman dan praktis, sekaligus membuka jalan menuju integrasi pembayaran QRIS di Arab Saudi mulai 2026.

"Teknologi identitas digital dapat menjadi tameng bagi jamaah. Vida menggunakan verifikasi biometrik dan deteksi manipulasi identitas untuk mencegah penipuan yang masih tinggi di sektor keuangan digital. Dengan demikian, jamaah bisa merasa lebih aman dan nyaman saat bertransaksi," ungkapnya di Jakarta, Senin, 29 September 2025.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut