Mentan Sebut Hilirisasi Kelapa Bisa Hasilkan Devisa Rp1.200 Triliun

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu, 30 April 2025
Sumber :
  • VIVA.co.id/Yeni Lestari

Jakarta, VIVA – Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman mengatakan pemerintah berkomitmen untuk mempercepat hilirisasi komoditas perkebunan strategis sebagai upaya meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri dan kesejahteraan petani.

img_title Bill Gates Peringatkan Dampak AI, Ekonomi dan Kehidupan Bisa Berubah dalam 20 Tahun ke Depan

Langkah ini, kata Amran, menjadi kunci besar dalam menciptakan lompatan ekonomi nasional dari sektor pertanian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kami melakukan akselerasi hilirisasi kakao, mente, kelapa dalam, lada, dan lainnya. Khususnya kelapa dalam ini menarik, produksinya 33 juta ton, tahun lalu hanya 29 juta ton,” kata Amran di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Kamis, 9 Oktober 2025.

img_title Teknologi Pengolahan Sampah Langsung di Sumbernya Bisa Jadi Kunci Ekonomi Sirkular

Ilustrasi lahan pertanian.

Photo :
  • istimewa.

Amran menilau, hilirisasi kelapa dalam memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Saat ini Indonesia mengekspor sekitar 2,8 juta ton kelapa setiap tahun dengan nilai mencapai Rp24 triliun. 

img_title Prabowo Dorong Desa Jadi Sumber Kekuatan Ekonomi Nasional

Namun, jika komoditas tersebut diolah menjadi produk turunan seperti santan (coconut milk), nilai ekonominya bisa meningkat hingga 100 kali lipat.

“Rencana kita hilirisasi kelapa tidak dijual gelondongan ke luar negeri. Total volumenya 2,8 juta ton. Kalau hilirisasi dari kelapa dalam menjadi coconut milk, harganya bisa naik 100 kali lipat. Kalau 100 kali lipat, itu bisa menghasilkan Rp2.400 triliun. Katakanlah separuhnya saja, itu menghasilkan Rp1.200 triliun devisa,” ungkap Amran.

Selain kelapa, Kementerian Pertanian juga menargetkan hilirisasi gambir, di mana Indonesia saat ini memasok 80 persen kebutuhan dunia. Amran menjelaskan, gambir memiliki potensi luas untuk dikembangkan menjadi berbagai produk turunan seperti tinta pemilu, campuran sirih, hingga bahan dasar sampo.

“Ada yang menarik, gambir juga rencana hilirisasi. Kita mensuplai dunia 80 persen gambir. Bisa jadi tinta untuk pemilu, bisa untuk sirih, bisa untuk sampo dan sebagainya,” tuturnya.

Amran menegaskan, arah besar kebijakan hilirisasi tidak hanya sebatas meningkatkan nilai ekspor, tetapi juga memastikan nilai tambah ekonomi tetap berada di dalam negeri. 

Produksi Minyak Goreng (ilustrasi)

Photo :
  • Antara/Zabur Karuru

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pemerintah berkomitmen mendorong hilirisasi produk yang dikuasai negara, termasuk sawit, dari tandan buah segar (TBS) hingga menjadi biofuel, minyak goreng, dan margarin.

“Added Value-nya harus ada di Indonesia. Kalau kita lakukan ini terus menerus, bisa membuka lapangan kerja, menekan kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan, dan mengurangi pengangguran,” tegasnya.

Menko Bahlil, Menko Zulhas, dan Mendag Budi Santoso saat membuka Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di Tangerang.

Bahlil Bidik PNBP Sektor ESDM Tembus Rp165 Triliun pada 2026, Begini Realisasinya

Menko Bahlil menargetkan PNBP sektor ESDM mencapai Rp165 triliun pada 2026. Hingga September, realisasi penerimaan sudah Rp127,71 T, didukung batu bara dan hilirisasi.

img_title
VIVA.co.id
25 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut