Pemerintah Percepat Izin Proyek PLTP Jadi 3 Bulan

Ilustrasi PLTP
Sumber :
  • VIVA.co.id/Muhamad Solihin

Jakarta, VIVA – Pemerintah mempercepat izin untuk pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP). Sebelumnya perizinan terkait hal itu bisa memakan waktu hingga satu tahun, kini dipangkas menjadi tiga bulan.

img_title Pacu Transisi Energi, Pemerintah Wujudkan Inovasi PLN Jadi Manfaat Nyata Buat Masyarakat RI

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, pemangkasan durasi tersebut ditempuh melalui penyederhanaan regulasi, penyederhanaan proses tender, dan hal lain.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Panas bumi itu izinnya bisa sampai 1 tahun nggak selesai-selesai. Tetapi, sekarang kami sudah mulai ubah, cukup tiga bulan sudah selesai,” kata Bahlil dalam acara Indonesia International Sustainability Forum di Jakarta, Jumat, 10 Oktober 2025.

img_title Aspebindo Dorong Kemandirian Energi Nasional dan Perkuat Peran Koperasi dalam Sektor Strategis

Bahlil menilai Indonesia membutuhkan regulasi yang cepat, ramah investasi, dan bisa segera dieksekusi. Kemudian yang terpenting adalah tidak membuat para pemangku kepentingan yang berminat untuk mengembangkan energi bersih di Indonesia terjebak oleh aturan yang berbelit-belit.

“Sehingga kita bisa mencapai target dari apa yang sudah direncanakan,” kata dia.

img_title Babak Baru Tambang Indonesia, Bahlil Benahi Produksi hingga Percepat Hilirisasi Mineral

Menurut Bahlil, langkah tersebut merupakan sebuah solusi yang bisa mempercepat transisi energi di Indonesia. Sebab salah satu yang menjadi masalah dalam mempercepat transisi energi dari fosil ke energi bersih adalah regulasi yang berbelit-belit, selain pendanaan.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Investor Daily Summit 2025

Photo :
  • Kementerian ESDM

Lebih lanjut dia juga menyoroti hampir di semua negara, produk-produk yang dihasilkan oleh green industry (industri ramah lingkungan) dan green energy (energi ramah lingkungan) memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

“Gak bisa lagi kita menunggu lama,” kata Bahlil.

Saat ini Indonesia menempati posisi nomor dua sebagai produsen listrik panas bumi secara global.

Dengan kapasitas terpasang listrik dari sumber panas bumi sebesar 2.744 megawatt (MW), posisi Indonesia hanya berada di bawah Amerika Serikat yang memiliki 3.937 MW listrik dari panas bumi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu PT Pertamina (Persero) membidik Indonesia menjadi ‘Raja Panas Bumi’ atau menempati posisi nomor 1 di dunia pada 2029 melalui penambahan kapasitas terpasang pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP). Dengan demikian, Indonesia akan menyalip Amerika Serikat yang saat ini menempati posisi teratas kapasitas terpasang PLTP. (Ant)

Dirut Peruri, Letjen TNI (Purn.) Teguh Arief Indratmoko

Teguh Arief: Kedaulatan Energi Nasional Harus Ditopang Kepercayaan Digital

Direktur Utama Peruri Letjen TNI (Purn.) Teguh Arief Indratmoko menekankan pentingnya penguatan kepercayaan digital dalam menjaga ketahanan dan kedaulatan energi nasional

img_title
VIVA.co.id
31 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut