The Fed Pangkas Suku Bunga Acuan 25 bps, Terendah Sejak 2019

Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell menjawab pertanyaan wartawan
Sumber :
  • ANTARA/REUTERS/Elizabeth Frantz

Jakarta, VIVA – Bank Sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), resmi pangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) pada Rabu, 29 Oktober 2025. Pemangkasan ini menjadi yang kedua kalinya sepanjang tahun 2025 sekaligus terendah dalam tiga tahun terakhir.

img_title Harga Emas Dunia Turun Lagi, Suku Bunga The Fed Bikin Investor Was-was

Dengan demikian, tingkat suku bunga acuan AS berada di kisaran 3,75 persen hingga 4,0 persen. Pemotong menjadi upaya The Fed untuk menahan potensi lonjakan pengangguran di tengah melambatnya pertumbuhan ekonomi. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan bahwa pemangkasan lanjutan pada pertemuan Desember 2025 mendatang belum menjadi keputusan yang pasti.

img_title Hari Ini Rupiah Menguat Lawan Dolar AS, Begini Efek Keputusan Terbaru The Fed

“Penurunan suku bunga berikutnya pada Desember bukanlah kesimpulan yang sudah pasti,” kata Powell dalam konferensi pers dikutip dari CNN Internasional pada Kamis, 30 Oktober 2025. 

Ilustrasi suku bunga.

Photo :
  • freepik.com/freepik

img_title Keputusan Terbaru The Fed: Suku Bunga AS Ditahan, tapi Desember Bakal Naik Lagi?

Keputusan The Fed kali ini tidak bulat. Powell mengungkapkan adanya perbedaan pandangan di antara para pembuat kebijakan mengenai arah kebijakan moneter selanjutnya. 

Gubernur Fed, Stephen Miran, menginginkan pemangkasan yang lebih besar, yakni 50 bps. Sementara Presiden The Fed Kansas, City Jeffrey Schmid, memilih mempertahankan suku bunga di level sebelumnya.

Perbedaan pandangan menunjukkan perdebatan di internal The Fed terkait dampak kebijakan ekonomi besar Presiden Donald Trump. Situasi kian kompleks karena keputusan tersebut diambil tanpa data ketenagakerjaan lengkap akibat penutupan sebagian pemerintahan AS. 

Sebelumnya, data hingga Agustus memperlihatkan perekrutan tenaga kerja terlemah sejak 2010. Baru-baru ini, sejumlah perusahaan besar seperti Amazon kembali melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam jumlah besar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam pernyataan resminya, The Fed menyampaikan indikator-indikator keuangan terbaru masih konsisten, yakni lemahnya perekrutan dan sedikit kenaikan angka pengangguran. Namun, Powell menengaskan kondisi ekonomi AS masih tergolong stabil.

“Tidak ada berita berarti selama empat minggu terakhir, semuanya cukup stabil. Tidak ada tanda-tanda bahwa pasar tenaga kerja atau aspek ekonomi lainnya mengalami penurunan yang signifikan," pungkas Powell.

Ilustrasi harga emas dunia.

Harga Emas Bangkit Setelah Jatuh ke Level Terendah, Ini yang Menggerakkan Pasar

Harga emas dunia naik 0,9 persen setelah anjlok tajam. Investor mencermati penurunan minyak, sinyal suku bunga The Fed, dan pemilu AS. Baca di sini lengkapnya

img_title
VIVA.co.id
2 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut