China Tak Tertandingi, Barat Gigit Jari

Ilustrasi perang dagang AS-China.
Sumber :
  • UK Investor Magazine

Jakarta, VIVA – Goldman Sachs memperingatkan bahwa Barat kalau mereka membutuhkan waktu hingga 10 tahun untuk menantang dominasi China dalam menguasai logam tanah jarang (rare Earth).

img_title Xi Jinping Perketat Disiplin PKC, Anggota Partai Tak Setia Terancam

Mineral-mineral tersebut, yang penting bagi sebagian besar teknologi modern, masih menjadi pusat sengketa perdagangan antara Washington DC, Beijing, dan negara-negara Uni Eropa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

China menyumbang lebih dari 90 persen penyulingan logam tanah jarang global, dan 98 persen dari seluruh produksi magnet, menurut data dari Badan Energi Internasional dan analis industri Goldman Sachs.

img_title Wuling Aira EV Dikeluhkan Kaki-kaki dan Rem Berisik, Pabrikan Buka Suara

Sementara China menambang sekitar dua pertiga bijih rare Earth di dunia, di mana Beijing juga mendominasi tahap pemrosesan dan manufaktur yang mengubah bahan-bahan tersebut menjadi komponen yang dapat digunakan.

"Membangun rantai pasokan independen di Barat akan memakan waktu bertahun-tahun. Akan butuh waktu sekitar satu dekade untuk membangun sebuah tambang dan sekitar lima tahun untuk membangun sebuah kilang," ujar Daan Struyven, kepala riset komoditas global Goldman Sachs, seperti dikutip dari situs RT, Kamis, 30 Oktober 2025.

img_title Geger As Roda Jaecoo J5 Copot, Pabrikan Bantah Ada Cacat Produk

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku bersepakat dengan Presiden China Xi Jinping untuk memangkas tarif perdagangan sebagai imbalan atas tindakan Beijing yang tegas terhadap perdagangan fentanil ilegal, melanjutkan impor kedelai dari AS, dan menjaga ekspor logam tanah jarang (rare Earth) 'tetap mengalir'.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pembicaraan tatap muka Donald Trump dengan Xi Jinping di kota Busan, Korea Selatan, yang pertama sejak 2019, menandai akhir dari perjalanan singkatnya ke Asia, di mana ia juga memuji terobosan perdagangan dengan Korea Selatan, Jepang, dan negara kawasan Asia Tenggara (ASEAN).

Ia juga mengatakan bahwa tarif impor China akan dipotong menjadi 47 dari 57 persen, dengan mengurangi setengahnya menjadi 10 persen pada tingkat tarif yang terkait dengan perdagangan obat prekursor fentanil.

Presiden AS Donald Trump.

Meski Kalah Telak dalam Pemilu, Donald Trump Isyaratkan Pertahankan Kebijakan Tarif

Kepada wartawan di Gedung Putih, Trump mengisyaratkan tetap akan mempertahankan kebijakan tarif meski Partai Republik kalah besar dalam pemilihan paruh waktu pekan ini

img_title
VIVA.co.id
6 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut