Harga Bitcoin Turun Meski Shutdown AS Berakhir, Ini Penjelasannya

Bitcoin.
Sumber :
  • Dok. Istimewa

Jakarta, VIVA – Terkoreksinya harga nilai mata uang digital Bitcoin (BTC) hingga di bawah US$100 ribu dinilai merupakan dinamika pasar aset digital di era ketidakpastian global.

img_title TOKEN2049 Singapore 2026, Industri Kripto Global Dinilai Terus Berkembang

Vice President Indodax Antony Kusuma mengungkapkan, pasar aset kripto kembali bergerak melemah setelah harga BTC turun ke bawah level support di kisaran US$96.000. Meskipun, pemerintah Amerika Serikat resmi kembali beroperasi setelah Presiden Donald Trump menandatangani rancangan anggaran yang mengakhiri shutdown selama 43 hari pada Rabu malam (13/11) waktu setempat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut dia, di tengah tekanan jangka pendek tersebut pergerakan harga yang terjadi saat ini merupakan bagian dari dinamika pasar aset digital di era ketidakpastian global.

img_title OJK Siapkan Aturan Stablecoin pada 2027, Begini Dampaknya bagi Pengguna Aset Kripto

"Penurunan harga Bitcoin di bawah 100.000 dolar AS dipengaruhi oleh beberapa faktor makro yang bersifat eksternal," kata Antony dikutip dari keterangannya, Sabtu, 15 November 2025.

Bitcoin, Etherium, dan aset kripto.

Photo :
  • The Independent

img_title Transaksi Kripto Tembus Rp171 Triliun, Industri Kripto Genjot Literasi

Antony menegaskan, fluktuasi harga saat ini harus dilihat sebagai konsolidasi pasar menuju fase pematangan, selebihnya, ketidakpastian kebijakan suku bunga masih menjadi faktor utama yang menentukan arah pergerakan harga Bitcoin.

"Kebijakan suku bunga The Fed memiliki imbas terhadap pergerakan harga Bitcoin," katanya.

Selain itu, tambahnya, selama arah kebijakan masih belum pasti, volatilitas pasar akan tetap tinggi karena investor cenderung menunggu kejelasan sebelum kembali masuk.

Ia mengatakan, sinyal pemangkasan suku bunga di bulan Desember nantinya bisa menjadi titik balik penting, sebab perubahan arah kebijakan moneter berpotensi membuka ruang pemulihan harga di pasar kripto global.

Vice President Indodax, Antony Kusuma.

Photo :
  • Dokumentasi Indodax

"Dengan berakhirnya shutdown dan operasional regulator kembali berjalan, pasar memiliki ruang untuk menata ulang arah dalam beberapa minggu ke depan," ujar Antony.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menjelaskan bahwa volatilitas saat ini tidak perlu disikapi dengan kepanikan, seluruh investor bisa tetap tenang dan fokus pada prinsip manajemen risiko.

Koreksi semacam ini, menurut dia bagian dari mekanisme pasar, dan setiap investor perlu meninjau kembali strategi investasi jangka panjang sesuai profil risiko masing-masing. (Ant)

Bitcoin.

Mulai 2027, Transaksi Kripto di Luar Negeri Bisa Terlacak Otoritas Pajak RI

Mulai 2027, Indonesia bertukar informasi pajak kripto lintas negara melalui kerangka OECD. Simak cara kerja sistem dan jumlah pengguna aset digital di RI.

img_title
VIVA.co.id
15 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut