Perusahaan Ini Bidik Pertumbuhan Dua Kali Lipat

Ilustrasi perusahaan.
Sumber :
  • pexels.com/Pixabay

Jakarta, VIVA – Tren permintaan produk minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di pasar domestik menimbulkan optimisme kalangan pelaku usaha.

img_title 7 Tuntutan BEM SI Kalbar Terkait Karhutla: Minta Perusahaan Bertanggung Jawab hingga Penetapan Bencana Nasional

Indikator gairah domestik tercermin dari konsumsi pasar lokal yang sepanjang Januari-September 2025 menggeliat dibandingkan periode yang sama di 2024 (YoY).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tingginya permintaan di pasar domestik turut dirasakan PT Bumi Makmur Anugerahagung (BMA).

img_title Transformasi IT Berbasis AI Jadi Solusi Perusahaan RI Menuju Autonomous Enterprise

“Melihat melihat hasil penjualan pada semester pertama 2025, kami optimistis volume penjualan bisa tumbuh dua kali lipat pada tahun ini dibandingkan dengan 2024,” ungkap Cheny Canliarta, direktur BMA, Kamis, 4 Desember 2025.

Ia mengaku memiliki sejumlah strategi untuk meningkatkan kinerja perusahaan.

img_title Buntut Karhutla, RI Bekukan Izin 6 Perusahaan, Total 32 Korporasi Kini Kena Sanksi

“Dengan strategi ekspansi dan fokus pada produk turunan sawit, kami optimistis dapat memperkuat posisi di industri perdagangan CPO nasional, serta mendukung rantai pasok industri sawit yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi,” tegasnya.

Mengutip data Gapki, konsumsi domestik minyak sawit Indonesia sepanjang Januari-September 2025 tercatat sebanyak 18,5 juta ton, naik sekitar 5,13 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

Per akhir September 2024, masih mengutip data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (Gapki), konsumsi pasar domestik masih bertengger di angka 17,55 juta ton.

Konsumsi domestik minyak sawit terbesar sepanjang sembilan bulan 2025 datang dari sektor biodiesel, sebesar 9,41 juta ton atau sekitar 51 persen dari total komsumsi domestik.

Lalu, diserap oleh sektor pangan sebanyak 7,37 juta ton (40 persen) dan sektor oleokimia sebesar 1,67 juta ton (9 persen).

Untuk ekspor minyak sawit, sepanjang Januari-September 2025 tercatat naik sekitar 13 persen disandingkan dengan periode yang sama 2024, yakni dari 21,94 juta ton menjadi 24,89 juta ton.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari sisi nilai, ekspor minyak sawit Indonesia meningkat 39,85 persen per akhir September 2025 dibandingkan dengan periode yang sama 2024. Sepanjang Januari-September 2025, nilai ekspor minyak sawit mencapai US$27,31 miliar, sedangkan pada periode sama 2024 senilai US$19,53 miliar.

“Peningkatan nilai ekspor yang terjadi karena harga rata-rata Januari-September tahun 2025 sebesar US$ 1.210/ton Cif Rotterdam yang lebih tinggi dari rata-rata Januari-September tahun 2024 sebesar US$ 1.020/ton Cif Rotterdam,” demikian menurut laporan Gapki.

Pemandangan Kabut Asap akibat Karhutla Kalimantan di Singapura

Hasil Pertemuan 3 Menteri Singapura dengan Bos Sawit RI, Siapkan Sanksi Tapi Sebut Bukan Cari Kambing Hitam

Pemerintah Singapura yang diwakili 3 Menteri, menggelar pertemuan dengan sejumlah perusahaan raksasa sawit yang berkaitan dengan masalah kabut asap lintas batas.

img_title
VIVA.co.id
29 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut