Industri UMKM Memasuki Fase Pendewasaan

UKM/UMKM go digital.
Sumber :
  • The Financial Express

Jakarta, VIVA – Peneliti Pusat Ekonomi Digital dan UMKM Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Fadhila Maulida menilai industri UMKM saat ini tengah memasuki fase pendewasaan, sehingga harus mulai memikirkan keberlanjutan usaha untuk menjaga daya saing jangka panjang.

img_title Wajib Sertifikasi Halal untuk UMK Dipertimbangkan, Maman: Mereka Punya Keterbatasan

Menurutnya, berbagai program pemerintah yang mendorong UMKM go digital dalam lima tahun terakhir turut mempercepat fase pendewasaan ini, terutama di sektor e-commerce.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kita sudah masuk fase pendewasaan marketplace. Subsidi mulai berkurang, tapi value layanan tetap ada. Jadi wajar jika orientasinya profit,” katanya di Jakarta, Jumat, 5 Desember 2025.

img_title Fasilitasi Pelaku Usaha Lokal, Lazada Buka Akses Ekosistem Digital di JITEX 2026

Fadhila juga menekankan bahwa pelaku UMKM kini harus memperhatikan kualitas produk serta menjaga hubungan dengan pelanggan.

Salah satu cara yang dinilai efektif adalah memanfaatkan fitur dan program promosi yang tersedia di platform e-commerce.

img_title Rumah BUMN Pertamina Aceh Tamiang dan Aceh Timur Catat Telah Bina 1.013 UMKM

Promo saat tanggal gajian, kampanye tanggal kembar (double date), hingga gratis ongkir disebut mampu membantu UMKM memperluas jangkauan dan meningkatkan transaksi.

Meski begitu, Fadhila mengingatkan bahwa UMKM harus menghitung seluruh pengeluaran usaha secara cermat, termasuk biaya penggunaan fitur-fitur platform, ke dalam harga pokok penjualan (HPP).

Hal ini penting untuk memastikan usaha tetap menguntungkan. "Struktur biaya harus diperhitungkan sejak awal, termasuk biaya layanan platform. Jangan sekadar membandingkan harga dengan kompetitor,” tambah Fadhila.

INDEF juga mencatat, berdasarkan Survei E-commerce 2024 Badan Pusat Statistik (BPS) dari sekitar 3,81 juta usaha sudah memanfaatkan e-commerce.

Namun, dari jumlah tersebut baru 17,8 persen yang benar-benar memiliki akun penjualan di marketplace atau platform digital.

Survei terbaru Katadata Insight Center (KIC) juga menemukan bahwa mayoritas seller e-commerce memandang struktur biaya sebagai bagian penting dari strategi bisnis.

Rata-rata skor persepsi seller terhadap biaya sebagai strategi adalah 8,39 (skala 1–10), sementara biaya sebagai investasi untuk menambah eksposur mendapatkan skor 8,45.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Survei KIC yang dilakukan pada 19 September–9 Oktober 2025 terhadap 602 seller UMKM juga mengungkap bahwa admin fee merupakan komponen biaya yang paling sering dikenali (41,5 persen), diikuti payment fee (34,2 persen) dan subsidi ongkir (29,1 persen).

Temuan itu menunjukkan bahwa strategi harga dan promosi masih menjadi pendekatan utama untuk menarik pembeli.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut