Dibuka Menghijau, IHSG Diprediksi Menguat Menuju Level 8.700

Ilustrasi IHSG.
Sumber :
  • VIVA/Muhamad Solihin

Jakarta, VIVA – IHSG dibuka menguat 10 poin atau 0,13 persen di level 8.656 pada pembukaan perdagangan Selasa, 23 Desember 2025.

img_title Centcom Klaim 95% Kapal Melintas di Selat Hormuz dengan Aman, Meski Dapat Serangan Kecil

Tim Riset Phintraco Sekuritas memprediksi, IHSG berpotensi lanjut terkoreksi pada perdagangan hari ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG menguat menuju 8.700 pada perdagangan hari ini," kata Phintraco Sekuritas dalam riset hariannya, Selasa, 23 Desember 2025.

img_title Bandara Riyadh Dibuka Lagi, AS Wanti-wanti Serangan Lanjutan Kelompok Houthi

Ilustrasi pergerakan IHSG.

Photo :
  • VIVAnews/M Ali Wafa

Phintraco Sekuritas menjelaskan bahwa rupiah berlanjut melemah di pasar spot dengan ditutup di level Rp 16.777 per dolar AS. Hal itu antara lain disebabkan oleh penguatan indeks Dolar AS karena meningkatnya ketegangan antara AS-Venezuela.

img_title IHSG Dibuka Menguat Tipis ke 5.442, Investor Bersiap Hadapi Pekan Penuh Agenda Bank Sentral

Dimana, ketegangan geopolitik ini juga mendorong kenaikan harga minyak mentah dan harga emas. Secara teknikal, IHSG ditutup di bawah level MA5, namun berhasil ditutup di atas level MA20.

Sehingga, Stochastic RSI masih berada di area oversold dan volume beli mulai meningkat. IHSG hari ini berpotensi bergerak menguat menguji level 8.680-8.700.

Phintraco Sekuritas menambahkan, pertumbuhan M2 Money Supply di Indonesia pada November 2025 tumbuh sebesar 8,3 persen secara year-on-year (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 7,7 persen (yoy) di bulan Oktober 2025.

"Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG hari ini bakal bergerak pada rentang resistance 8.700, pivot 8.600, dan support 8.550," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagai informasi, Bank Sentral China (PBOC) mempertahankan suku bunga pinjaman 1 tahun dan 5 tahun masing-masing pada level 3 persen dan 3,5 persen di Desember 2025. Hal itu merupakan level terendah dan sudah dipertahankan selama tujuh bulan berturut-turut.

“PBOC memberi sinyal yang menunjukkan kurang urgensinya stimulus moneter untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi tahun ini,” ujarnya.

Gubernur BI, Destry Damayanti

Komentar Gubernur BI Usai Dolar AS Tembus Rp18.159

Usai dolar Amerika Serikat (AS) tembus Rp18.100, Gubernur BI, Damayanti jelaskan, bahwa pihaknya  terus memantau pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS

img_title
VIVA.co.id
26 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut