4 Prinsip Bisnis ala Rasulullah SAW agar Usaha Untung dan Berkah

Ilustrasi bisnis saat Ramadan
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, VIVA – Rasulullah SAW merupakan teladan utama bagi umat Islam dalam setiap aspek kehidupan, tidak hanya dalam beribadah tetapi juga dalam menjalankan aktivitas ekonomi. Sebagaimana diketahui bahwa Rasulullah merupakan seorang pedagang yang sukses jauh sebelum diangkat menjadi nabi. 

img_title Kreator Konten Indonesia Bidik Panggung Asia Tenggara, Industri Digital Kian Bernilai Ekonomi

Rasulullah SAW menunjukkan bahwa keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan oleh kecerdikan, tetapi juga oleh integritas dan nilai moral. Keteladanan inilah yang menjadikan prinsip bisnis ala Rasulullah SAW relevan lintas zaman dan layak dijadikan panduan bagi pelaku usaha yang ingin meraih kesuksesan sekaligus keberkahan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Prinsip bisnis yang diajarkan Rasulullah SAW tidak hanya relevan untuk umat Islam, tetapi juga selaras dengan praktik ekonomi modern yang menjunjung etika, keadilan, dan keberlanjutan. Nilai-nilai tersebut dapat menjadi pedoman bagi pelaku usaha yang ingin meraih keuntungan sekaligus keberkahan. 

img_title Mau Buka Usaha? Jangan Cuma Siapkan Modal, Ini Langkah Penting agar Tak Salah Strategi

Rasulullah SAW sebagai ersebut menegaskan bahwa kesuksesan usaha tidak hanya diukur dari besarnya keuntungan, tetapi juga dari nilai keberkahan yang menyertainya. Dikutip dari Zeed Sharia pada Minggu, 28 Desember 2025, berikut empat tips bisnis ala Rasulullah SAW yang dapat diterapkan dalam aktivitas perdagangan.

Ilustrasi bisnis online.

Photo :
  • http://rumpitekno.com

img_title Pengmas UI Dorong Petani Muda Kembangkan Bisnis Pertanian Berbasis Pengetahuan Lokal dan Teknologi

1. Meluruskan Niat

Rasulullah SAW mengajarkan tujuan berdagang tidak semata mengejar keuntungan materi, melainkan sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT. Bisnis yang dimulai dengan niat yang ikhlas diyakini akan menghadirkan keberkahan dalam setiap prosesnya.

Dari Rafi’ bin Khadij, Rasulullah SAW pernah ditanya tentang mata pencaharian terbaik. Beliau menjawab,

“Pekerjaan seseorang dengan tangannya sendiri dan setiap jual beli yang dilakukan secara jujur adalah mabrur (diberkahi).” (HR. Ahmad dan Ath-Thabrani)

Allah SWT juga berfirman,

“Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” (QS. Al Baqarah: 275).

Dua dalil tersebut menjadi dasar penting dalam menata niat berbisnis sesuai tuntunan Islam.

2. Menjaga Kejujuran dalam Setiap Transaksi

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kejujuran menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan antara penjual dan pembeli. Nabi Muhammad SAW melarang praktik kecurangan, seperti mengurangi timbangan atau menyembunyikan informasi barang.

Nilai kejujuran ini tercantum dalam sebuah hadis yang menunjukkan keutamaan tinggi kedudukan pedagang yang jujur di sisi Allah SWT. Dalam HR. Ibnu Majah dan Ad-Daruquthni), dari Abdullah bin Umar radhiallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda:

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut