Level Baru Emas dan Perak di 2026

Logam mulia emas dan perak.
Sumber :
  • The Economic Times

Jakarta, VIVA – Emas dan perak kembali menjadi sorotan pasar global menjelang akhir 2025. Di tengah sinyal pelonggaran kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) dan meningkatnya ketidakpastian geopolitik, kedua logam mulia ini menunjukkan potensi fase reli yang lebih struktural dibanding siklus sebelumnya.

img_title Harga Emas Antam Meroket Lagi, Segini Harga 1 Gram dan Buyback Hari Ini

Bagi pelaku pasar — termasuk trader logam mulia di Finex — kondisi ini menjadi momentum penting untuk membaca arah pasar memasuki tahun baru.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kebijakan The Fed jadi pondasi utama

img_title Harga Emas Bangkit Setelah Jatuh ke Level Terendah, Ini yang Menggerakkan Pasar

Penguatan harga emas dan perak saat ini tidak terlepas dari perubahan ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan Federal Reserve (The Fed).

Inflasi AS yang melandai serta perlambatan pasar tenaga kerja memperkuat pandangan bahwa siklus pengetatan moneter mendekati akhir.

img_title Emas Antam Naik Rp5.000 Hari Ini, Segini Harga Terbaru Per 1 Gram

Dalam kerangka ini, penurunan imbal hasil riil obligasi AS menjadi katalis utama penguatan emas, mengingat emas merupakan aset tanpa imbal hasil yang diuntungkan saat opportunity cost menurun.

“Ketika real yield mulai turun dan pasar melihat potensi pelonggaran moneter, emas secara historis selalu mendapat dorongan struktural. Kondisi saat ini sangat mirip dengan fase awal reli jangka panjang sebelumnya,” ujar Brahmantya Himawan, financial analyst Finex, melalui keterangan resminya, Selasa, 30 Desember 2025.

Dari safe haven ke aset bertumbuh

Seiring menguatnya peran emas sebagai aset lindung nilai, perhatian pasar mulai meluas ke logam mulia lain yang menawarkan potensi pertumbuhan lebih agresif.

Dalam fase ketika investor tidak hanya mencari perlindungan, tetapi juga peluang ekspansi nilai, perak muncul sebagai pelengkap strategis dalam portofolio logam mulia.

Berbeda dengan emas yang dominan sebagai safe haven, perak memiliki karakteristik ganda sebagai logam mulia sekaligus komoditas industri.

Lonjakan permintaan dari sektor energi baru terbarukan (EBT), kendaraan listrik, dan teknologi mendorong kinerja perak melampaui emas dalam setahun terakhir.

Masuknya perak ke dalam daftar critical minerals di AS semakin memperkuat prospek jangka menengah hingga panjang, dengan potensi harga emas diproyeksikan bergerak di kisaran US$4.700–5.000 (Rp78,8 juta-Rp83,8 juta) per troy ounce, sementara perak berpeluang mencapai US$90–120 (Rp1,5 juta-Rp2 jutaan) per troy ounce pada 2026.

“Perak saat ini berada di persimpangan menarik antara kebutuhan industri dan minat investasi. Kombinasi ini membuat pergerakannya cenderung lebih agresif, terutama saat siklus ekonomi mulai bergeser,” tutur Brahmantya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan mempertimbangkan faktor moneter, geopolitik, dan struktural, prospek emas dan perak memasuki 2025 tetap konstruktif.

Bagi investor jangka panjang, logam mulia masih relevan sebagai aset lindung nilai. Sementara itu, bagi trader aktif, volatilitas dan tren kuat membuka peluang strategi follow the trend dengan manajemen risiko yang disiplin.

Petugas menunjukkan emas Antam di Butik Antam Pulo Gadung, Jakarta (foto ilustrasi)

Harga Emas Antam Hari Ini Turun, Cek Daftar Harga Terbaru 4 November 2026

Harga emas Antam turun Rp4.000 menjadi Rp2.537.000 per gram pada Rabu, 4 November 2026. Simak daftar harga emas dan buyback terbaru. Baca di sini selengkapnya

img_title
VIVA.co.id
4 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut