Michael Saylor Tekor! Saham Strategy Rontok, Nilai Pasar Tinggal Separuh

MicroStrategy
Sumber :
  • The Wall Street Journal

Jakarta, VIVA – Pengusaha sekaligus Ketua Eksekutif Strategy, Michael Saylor, mengalami tekanan berat di penghujung tahun 2025. Saham perusahaan miliknya yang terdaftar di indeks Nasdaq Composite dengan kode MSTR anjlok tepat pada malam pergantian tahun.

img_title IHSG Merosot di Bawah 5.000, Danantara Mau Tambah Saham BUMN

Pada Selasa, 31 Desember 2025, saham Strategy ditutup melemah ke level US$153,26. Nilai saham emiten bidang perangkat lunak (software) di bisnis intelegen ini telah kehilangan lebih dari 50 persen nilainya dalam tiga bulan terakhir.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam enam bulan terakhir, tekanan saham Strategy bahkan semakin dalam. Harga saham tercatat merosot hingga 62,19 persen dipicu penjualan saham MSTR untuk mendanai pembelian Bitcoin secara agresif oleh perusahaan.

img_title Heboh Haji Isam Gadai Saham JARR dan PGUN ke Bank Mandiri, BEI Akui Tidak Bisa Ikut Campur

Penurunan menyebabkan valuasi Strategy hampir setara satu kali nilai aset bersih Bitcoin (Bitcoin net asset value). Kinerja buruk ini membuat Strategy tertinggal dibandingkan produk ETF Bitcoin spot seperti iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock.

Michael Saylor

Photo :
  • Yahoo Finance

img_title BEI Ungkap 80 Saham Bakal Dicoret dari Perhitungan IHSG, Apa Dampaknya?

"Tahun 2025 adalah tahun yang ingin dilupakan bagi para pemegang saham MSTR," tutur Kepala Strategi Pasar Futurum Equities, Shay Bloor,  dikutip dari TheStreetRountable pada Jumat, 2 Januari 2026. 

Meski disanyalir jadi sentimen negatif terhadap pergerakan harga saham Strategy, Michael Saylor tetap menyerok aset kripto termahal ini yang mengukuhkan perusahaannya sebagai pemilik cadangan Bitcoin terbesar di dunia sebanyak 672.497 keping dengan nilai sekitar US$59 miliar.

Di satu sisi, strategi ini memicu perdebatan di kalangan pelaku pasar. Sebagian investor melihat pelemahan harga saham sebagai peluang masuk di level US$155.

"Saya optimistis terhadap saham MSTR di harga US$300. Lebih optimis lagi di harga US$200 dan sekarang saya sangat optimis di harga $155. Kesabaran akan membuahkan hasil," jelas Investor kripto Crypto GEMs.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagian investor skeptis terhadap strategi ekstrem yang diterapkan Saylor. Para investor ini menilai utang tinggi, volatilitas, dan kinerja tertinggal dapat mengakibatkan saham makin tergerus imbas jebakan nilai (value trap), terutama saat harga Bitcoin mendekati level psikologis US$100.000.

"Potensi short squeeze besar dalam 1-3 hari di depan mata," kata Analis Jake Wujastyk.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto

Jawaban Menko Airlangga soal MSCI Akan Turunkan Status Saham RI: Biasa Dia Ngancam-ngancam Dikit

Pemerintah menyoroti perkembangan isu Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membuka peluang penurunan status pasar saham Indonesia menjadi standalone market.

img_title
VIVA.co.id
20 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut