Transaksi Cicil Emas di BSN Meroket Gegara Ini

BSN.
Sumber :
  • Dokumentasi BSN.

Jakarta, VIVA – PT Bank Syariah Nasional (BSN) menargetkan total pembiayaan konsumer sepanjang 2026 ini mencapai sekitar Rp1 triliun. Selain didukung tren positif KPR syariah serta peningkatan kuota rumah subsidi, BSN ekspansif melebarkan portofolionya melalui pembiayaan non-KPR seperti pembiayaan emas, cicil emas, multiguna, dan multijasa berbasis payroll.

img_title Desak Made Ungkap Pengakuan Jujur usai Raih Emas Panjat Tebing di Asian Games 2026

Salah satu portofolio yang sedang digemari masyarakat saat ini adalah pembiayaan emas.  Hal itu terbukti dalam waktu kurang lebih sebulan, pembiayaannya melonjak mencapai hampir 400 persen dari sekitar Rp17 miliar menjadi Rp50 miliar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Direktur Consumer Banking BSN Mochamad Yut Penta mengatakan bahwa lonjakan tersebut didorong oleh fokus pemasaran kepada nasabah existing yang telah dikenal profil dan kebutuhannya. Dukungan kemitraan dengan supplier emas guna menjaga kualitas layanan, serta diversifikasi portofolio pembiayaan ke segmen non-KPR. Pembiayaan emas saat ini menjadi salah satu produk non-KPR yang diprioritaskan perseroan.

img_title Desak Made Raih Emas Panjat Tebing Asian Games 2026, Unggul Tipis 0,002 Detik dari Atlet China

“Kami memang masih baru, sehingga strategi utama kami tetap menjadi pemimpin di sektor perumahan, khususnya pembiayaan KPR syariah. Di saat yang sama, kami juga berupaya meningkatkan kualitas finansial melalui diversifikasi portofolio pembiayaan,” kata Penta di sela BTN Expo di Jakarta, dikutip dari keterangannya, Minggu, 1 Februari 2026.

Dia menjabarkan, selain pembiayaan emas, BSN yang sejak 22 Desember 2025 resmi beroperasi sebagai bank umum syariah ini juga mengembangkan pembiayaan multiguna dan multijasa berbasis payroll sebagai bagian dari strategi memperluas layanan konsumer. Langkah ini sejalan dengan kebutuhan masyarakat yang semakin beragam terhadap produk pembiayaan berbasis prinsip syariah.

img_title Harga Emas Antam Naik Rp15 Ribu, Nyaris Tembus Rp2,6 Juta per Gram

“Karena itu, kami tidak hanya fokus pada KPR, tetapi juga merambah ke pembiayaan non-KPR, seperti pembiayaan emas dan cicil emas, serta pembiayaan multiguna dan multijasa sesuai prinsip syariah,” imbuhnya.

Terkait target pembiayaan konsumer sebesar Rp1 triliun yang dipatok untuk 2026, Penta mengatakan bahwa target tersebut masih dalam proses pengkajian dan review bersama Regulator.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Untuk pembiayaan non-KPR, kami akan lebih agresif. Namun kami tetap memiliki strategi untuk mempertahankan posisi sebagai pemimpin KPR berbasis prinsip syariah,” katanya.

Sementara dari sisi pembiayaan perumahan yang selama ini menjadi core business mereka, Penta menyebut bahwa tren KPR syariah masih menunjukkan kinerja positif tahun ini. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut