Bitcoin Jeblok dan Gagal Bangkit, Harga Bisa Terjun ke Rp1,1 Miliar

Bitcoin
Sumber :
  • Freepik

Jakarta. VIVA – Harga Bitcoin (BTC) kembali berada di bawah tekanan pada awal Februari 2026. Aset kripto terbesar di dunia ini gagal mempertahankan posisi di atas US$80.000 atau sekitar Rp1,34 miliar. 

img_title Mulai 2027, Transaksi Kripto di Luar Negeri Bisa Terlacak Otoritas Pajak RI

Hal ini memicu kekhawatiran bahwa koreksi bisa berlanjut hingga ke area US$70.000 atau setara Rp1,17 miliar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pergerakan terbaru menunjukkan sentimen pasar masih didominasi tekanan jual. Setelah sempat berada di zona lebih tinggi, Bitcoin mengalami penurunan tajam lebih dari 10 persen dan kini bergerak di bawah sejumlah level teknikal penting.

img_title TOKEN2049 Singapore 2026, Industri Kripto Global Dinilai Terus Berkembang

Melansir dari TradingView, Senin, 2 Februari 2026, Bitcoin sebelumnya tidak mampu bertahan di atas US$82.500 atau ekitar Rp1,39 miliar, dan memulai penurunan lanjutan. Harga juga turun melewati area US$83.200 dan US$82.500 sebelum akhirnya terdorong turun di bawah US$80.000 (Rp1,34 miliar).

Tekanan dari pihak penjual semakin kuat hingga harga sempat menembus di bawah US$78.000 (Rp1,31 miliar). Titik terendah terbaru terbentuk di US$75.665 atau sekitar Rp1,27 miliar. Saat ini, pergerakan harga masih mengindikasikan potensi pelemahan lebih lanjut.

img_title OJK Siapkan Aturan Stablecoin pada 2027, Begini Dampaknya bagi Pengguna Aset Kripto

Di grafik per jam pasangan BTC/USD, terbentuk garis tren bearish dengan area resistensi di sekitar US$79.200 atau sekitar Rp1,33 miliar. Selain itu, harga kini juga bergerak di bawah rata-rata pergerakan sederhana 100 jam, yang biasanya menjadi sinyal tambahan tekanan jangka pendek.

Selama harga mampu bertahan di atas US$75.000, masih ada peluang terjadinya kenaikan teknikal. Resistensi terdekat berada di sekitar US$78.500. Level kunci berikutnya ada di US$79.200, yang juga berdekatan dengan level retracement Fibonacci 23,6 persen dari penurunan dari puncak US$90.440 atau Rp1,52 miliar ke US$75.665.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jika harga mampu ditutup di atas US$79.200, Bitcoin berpeluang naik untuk menguji area US$82.000. Kenaikan lanjutan bisa membawa harga ke US$83.000 atau sekitar Rp1,39 miliar hingga area US$84.000–US$84.500 atau ekitar Rp1,41–Rp1,42 miliar. Zona ini menjadi penghalang penting bagi kubu pembeli.

Sebaliknya, jika Bitcoin gagal menembus resistensi US$79.200, tekanan jual bisa kembali mendominasi. Support awal berada di sekitar US$76.200 atau Rp1,28 miliar, dan upport besar berikutnya ada di US$75.500.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut