IHSG Anjlok Imbas Profit Taking Jelang Libur Panjang, 3 Saham Ini Perkasa!

Sumber :
  • ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Jakarta, VIVA - Indeks Harga Saham Gabungab (IHSG) terjatuh ke zona merah setelah mengalami reli selama tiga hari berturut-turut. IHSG melemah 0,31 persen atau 25,62 poin ke level 8.265,36 pada penutupan perdagangan Kamis, 12 Februari 2026. 

img_title Indonesia dan India Punya Aturan Tak Biasa soal Saham, Ini yang Diungkap BEI

Berdasarkan pantauan VIVA di Stockbit, IHSG bergerak di rentang area 8.220 hingga ke area 8.334 yang tercapai pada sesi pertama. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp 23,85 triliun dengan volume transaksi mencapai Rp 432,64 juta dan total perdagangan sebanyak 3,02 juta transaksi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mayoritas sektor saham mengalami penurunan. Sektor kesehatan anjlok paling parah sebesar 1,25 persen disusul sektor konsumer siklikal turun 0,92 persen, sektor konsumer non-siklikal tergerus 0,60 persen, sektor infrastruktur melemah 0,44 persen, sektor energi turun 0,27 persen, sektor keuangan menyusut 0,23 persen dan sektor teknologi turun 0,12 persen. 

img_title IHSG Anjlok ke 5.057, Banyak Emiten Berguguran Sore Ini

Sementara itu, sektor bahan baku mencatat kenaikan tertinggi sebesar 1,46 persen. Sektor properti meningkat 0,95 persen, sektor transportasi menguat 0,44 persen dan sektor industri melonjak 0,13 persen.

"IHSG ditutup melemah yang antara lain didorong oleh aksi ambil untung menjelang long weekend," ungkap Tim Analis Phintraco Sekuritas dikutip dari riset harian pada Kamis, 12 Februari 2026.

img_title Bank Mandiri Jual Saham Inhealth Senilai Rp570 Miliar ke IFG Life, Begini Penjelasan BMRI

Ilustrasi papan IHSG

Photo :
  • VIVA/Muhamad Solihin
Analis Phintraco Sekuritas menambahkan, investor masih cenderung melakukan strategi trading jangka pendek. Strategi ini dilakukan di tengah kondisi ketidakpastian yang masih ada. 

Dari sisi teknikal, IHSG masih bertahan di atas level MA5 dan MA200 meskipun tidak berhasil bertahan di atas level 8300. Meskipun disinyalir terjadi distribusi seiring dengan aksi ambil untung, namun histogram negatif MACD berlanjut menyempit dan Stochastic RSI berlanjut bergerak menguat di area pivot. 

Walaupun IHSG anjlok, beberapa saham unggulan berhasil mencetak lompatan harga signifikan. Berikut tiga saham top gainers di jajaran LQ45.

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR)

Saham SMGR melesat 13,07 persen atau 370 poin ke level 3.200.

PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL)

Saham NCKL melejit sebesar 4,61 persen atau 65 poin menjadi 1.475.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

PT Vale Indonesia Tbk (INCO)

Saham INCO membuntuti kenaikan sebesar 3,65 persen atau 250 poin dan ditutup pada area 7.100.

Pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia.

IHSG Ambruk ke 4.904, Level Terendah dalam Enam Tahun Terakhir

IHSG ditutup anjlok 3,78 persen ke level 4.904,287 pada 3 November 2026. Indeks sempat menguat saat pembukaan sebelum menyentuh level terendah sejak Oktober 2020.

img_title
VIVA.co.id
3 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut