Cara Menentukan Support dan Resistance Saham untuk Pemula
- Ajaib
Jakarta, VIVA - Pernah membeli saham karena harganya turun, tetapi setelah dibeli malah turun lagi? Atau ingin menjual, lalu bingung apakah harganya masih bisa naik? Dua situasi ini cukup sering ditemui trader.
Support dan resistance bisa membantu kamu membaca area harga yang perlu diperhatikan. Dari sana, kamu punya acuan untuk merencanakan pembelian, memperkirakan target, dan menentukan batas keluar.
Cara menentukannya tidak harus memakai banyak indikator. Kamu bisa mulai dari pola harga yang terlihat di grafik, kemudian melengkapinya dengan volume dan alat bantu lain secara bertahap.
Apa Itu Support dan Resistance Saham?
Support adalah area tempat minat beli berpotensi menahan penurunan. Ketika harga mendekati area tersebut, pembeli masuk sehingga laju penurunan bisa melambat atau harga kembali memantul naik.
Sebaliknya, resistance adalah area tekanan jual berpotensi menghambat kenaikan. Sebagian pemegang saham mulai melepas kepemilikannya, sementara pembeli belum tentu bersedia mengejar harga lebih tinggi.
Keduanya menjadi bagian dari analisis teknikal, yaitu pengamatan pergerakan harga dan volume untuk membaca kondisi pasar. Hasil pengamatan ini bisa digunakan untuk menyiapkan beberapa kemungkinan sebelum transaksi dilakukan.
Namun, support dan resistance bukan batas yang pasti menahan harga. Keduanya dapat ditembus, sehingga perlu melihat respons pasar ketika harga kembali mendekati area yang sudah ditandai sebelumnya.
| Perbedaan | Support | Resistance |
| Area yang diamati | Area yang berpotensi menahan penurunan | Area yang berpotensi menghambat kenaikan |
| Respons yang dicari | Tekanan jual mereda atau harga memantul | Kenaikan tertahan atau harga berbalik turun |
| Kegunaan dalam rencana | Membantu mencari area masuk dan batas risiko | Membantu memperkirakan target atau menilai penembusan |
| Risiko | Harga menembus ke bawah | Harga menembus ke atas |
Cara Menentukan Support dan Resistance Saham
1. Pilih Timeframe Sesuai Strategi Trading
Timeframe menunjukkan rentang waktu setiap batang harga. Pada grafik harian, satu candlestick mewakili satu hari perdagangan, sedangkan grafik 15 menit merangkum pergerakan harga dalam interval 15 menit.
Untuk latihan awal, kamu bisa memakai grafik harian agar pola mudah diikuti. Jika nantinya memakai interval pendek, bandingkan juga dengan grafik harian supaya referensi pergerakannya terlihat.