ICDX Meramal Harga Minyak Mentah
- Freepik
Harga disebut terus menguat hingga penutupan kuartal pertama tahun ini didukung oleh sinyal eskalasi konflik di Timur Tengah pasca rezim Israel melancarkan operasi "Rising Lion" ke Iran. Namun, dirinya mengungkapkan bahwa tren penguatan tersebut tak bertahan lama.
Memasuki pembukaan paruh kedua, ancaman tarif AS yang lebih tinggi meskipun sejumlah negara telah melakukan negosiasi dengan itikad baik, membuat laju minyak mentah kembali tertekan.
"Selain itu, isyarat kelompok aliansi OPEC+ untuk meningkatkan produksi, dan dimulainya fase pertama gencatan senjata Gaza pada bulan Oktober lalu membuat harga minyak mentah global bergerak bearish sepanjang paruh kedua tahun 2025. Harga rata-rata mengalami penurunan sebesar hampir 13 persen, dan diperdagangkan di kisaran level US$64 per barel," tegas Girta.