Kinerja BSI di Luar Dugaan

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI).
Sumber :
  • BSI

Jakarta, VIVA - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI mencatatkan pertumbuhan laba bersih (unaudited) sekitar 17 persen (year on year/yoy) mencapai Rp1,36 triliun, melanjutkan tren pertumbuhan berkelanjutan dalam beberapa tahun terakhir.

img_title BSI Catat Laba Bersih Rp3,39 triliun per Mei 2026, Naik 16,73 Persen

Menurut Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo kinerja tersebut mencerminkan kondisi perseroan yang solid pada awal tahun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Langkah perseroan dalam akselerasi digital, perluasan layanan bisnis emas, penguatan segmen konsumer, serta peningkatan dukungan terhadap program pemerintah pada sektor produktif dan UMKM berkontribusi terhadap terjaganya tren pertumbuhan kinerja yang positif dan berkelanjutan.

img_title BSI Buka Peluang Investasi & Usaha Berbasis Syariah di International Islamic Expo 2026

Ia juga mencatat, pendapatan berbasis komisi (fee based income/FBI) tumbuh 30 persen (yoy) menjadi Rp1,47 triliun. Kontributor utama pertumbuhan FBI berasal dari layanan bank emas yang mencatat lonjakan tertinggi sebesar 136,55 persen menjadi Rp463 miliar.

Selain itu, kinerja FBI juga didukung oleh bisnis treasury dan layanan e-channel. Hingga Februari 2026, jumlah pengguna superapps BYOND by BSI mencapai 6,3 juta dengan jumlah transaksi mencapai 125,4 juta transaksi.

img_title BKI Perkuat Perspektif Analis BSI dalam Hal Pembiayaan Industri Galangan Kapal

Dari sisi kinerja intermediasi, pembiayaan tercatat tumbuh 14,32 persen (yoy) menjadi Rp323 triliun, dengan kontribusi terbesar berasal dari segmen konsumer, khususnya bisnis emas.

Selain itu, pertumbuhan pembiayaan juga diperkuat melalui kontribusi pembiayaan ritel termasuk UMKM mencapai Rp52,43 triliun atau naik 6,10 persen (yoy).

Anggoro juga menyatakan komitmennya dalam mendukung UMKM naik kelas mulai dari pendampingan, pelatihan, pembiayaan, business matching, hingga penyediaan layanan BSI UMKM Center.

Pertumbuhan pembiayaan juga ditopang dari strategi perseroan dalam memperkuat diferensiasi melalui bisnis bulion bank yang menjadi salah satu keunggulan BSI.

Sejak memperoleh izin bulion bank, bisnis emas BSI menunjukkan pertumbuhan signifikan dan menjadi salah satu pendorong utama kinerja perseroan.

Kinerja ini turut diperkuat oleh peningkatan kelolaan emas yang telah mencapai sekitar 22,5 ton serta basis nasabah yang terus berkembang hingga 23 juta dalam empat tahun terakhir.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selanjutnya, dari sisi penghimpunan dana, perseroan mencatat dana pihak Ketiga (DPK) tumbuh 14,76 persen (yoy) menjadi Rp366 triliun.

Pertumbuhan DPK didorong oleh peningkatan tabungan sebesar 16,06 persen (yoy) menjadi Rp154 triliun. Menurut perseroan, hal ini mencerminkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan syariah.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut