Strategy Boncos Rp246 Triliun saat Bitcoin Naik 5 Persen

Michael Saylor
Sumber :
  • Yahoo Finance

Jakarta, VIVA – Perusahaan teknologi milik Michael Saylor, Strategy Inc. (MSTR), melaporkan kerugian fantastis akibat penurunan tajam harga Bitcoin. Selama kuartal I-2026, harga Bitcoin anjlok lebih dari 20 persen sehingga menjadi penurunan terbesar kuartalan terbesar sejak tahun 2018. 

img_title Mulai 2027, Transaksi Kripto di Luar Negeri Bisa Terlacak Otoritas Pajak RI

Melansir Yahoo Finance, Strategy mencatat kerugian belum terealisasi (unrealized loss) sebesar US$14,5 miliar atau setara sekitar Rp246,6 triliun (estimasi kurs Rp 17.010 per dolar AS). Kerugian merupakan akumulasi dari total kepemilikan aset kripto mencapai lebih dari US$50 miliar di neraca sehingga gejolak harga Bitcoin berdampak langsung terhadap laporan keuangan perusahaan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kerugian juga disebabkan adopsi metode akuntansi nilai wajar (fair-value accounting) yag membuat fluktuasi harga langsung tercermin dalam laba rugi. Langkah ini meningkatkan volatilitas laporan keuangan, di mana pergerakan harga Bitcoin kini bisa memicu perubahan laba hingga miliaran dolar dalam waktu singkat.

img_title TOKEN2049 Singapore 2026, Industri Kripto Global Dinilai Terus Berkembang

Saat ini, harga aset digital paling berharga di dunia ini melesat sekitar 5 persen hingga menyentuh puncak harian di kisaran US$72.753 atau sekitar Rp 1,22 miliar. Lonjakan ini terjadi dalam hitungan jam setelah pengumuan gencatan senjata Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Meski mengalami tekanan, Saylor tetap melanjutkan strategi akumulasi aset kripto. Pada periode 1–5 April 2026, Strategy membeli 4.871 Bitcoin senilai sekitar US$330 juta, dengan harga rata-rata US$67.700 per koin.

img_title OJK Siapkan Aturan Stablecoin pada 2027, Begini Dampaknya bagi Pengguna Aset Kripto

Bitcoin dan aset kripto.

Photo :
  • CFO.com

Dana pembelian dari penjualan saham biasa Kelas A serta penerbitan saham preferen. Namun, posisi ini menjadi sorotan karena harga Bitcoin saat ini berada di bawah rata-rata harga beli perusahaan yang mencapai lebih dari US$75.000 per koin.

Di sisi lain, perusahaan mendapat sedikit penopang dari manfaat pajak tangguhan sebesar US$2,42 miliar. Meski begitu, strategi pendanaan ke depan dinilai semakin menantang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelumnya, Strategy mengandalkan penerbitan saham dengan premi terhadap nilai aset Bitcoin untuk mendanai pembelian tambahan. Kini, premi tersebut semakin menipis sehingga ruang pendanaan menjadi lebih terbatas.

Saylor mulai mengandalkan penerbitan saham preferen. Skema ini memang dapat mengurangi dilusi bagi pemegang saham biasa, tetapi membawa kewajiban tetap berupa imbal hasil tahunan sebesar 11,5 persen.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut